Kunjungan Yustina Waicang ke Arso IV: Serap aspirasi Petani, Perkuat pengembangan Bawang Merah

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plh. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Provinsi Papua Yustina H Waicang bersama Petani Bawang Merah, Ahmad Sarman di lahan budidaya bawang merah milik kelompok tani Karya Mandiri di Arso IV, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Jumat, (10/4/2026).

Plh. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Provinsi Papua Yustina H Waicang bersama Petani Bawang Merah, Ahmad Sarman di lahan budidaya bawang merah milik kelompok tani Karya Mandiri di Arso IV, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Jumat, (10/4/2026).

Keerom (KADATE) – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Provinsi Papua Yustina H Waicang melakukan kunjungan lapangan ke lahan budidaya bawang merah milik kelompok tani Karya Mandiri di Arso IV, Kecamatan Skanto, Kabupaten Keerom, Jumat, (10/4/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan belajar dari dekat kemajuan serta efektivitas pengembangan komoditas bawang merah di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan santai di tengah lahan, Pak perwakilan petani setempat, Ahmad Sarman menyampaikan perkembangan  mengenai aktivitas mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, kegiatan petani bawang saat ini terus berjalan. ada beberapa kendala yang terus kami benahi termasuk ketersediaan pestisida untuk mencegah serangan ulat daun.

Kami kelompok tani karya mandiri memiliki 20 anggota petani yang tergabung dalam kelompok tani ini,”sebut Sarman, salah satu tokoh petani Arso IV di kabupaten Keerom ini, dengan bilang kalau yang sedang aktif, 8 orang melakukan penanam pada lahan kurang lebih 2 Ha.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Yustin Waicang  menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan  pemerintah terhadap sektor hortikultura.
“Kehadiran saya disini untuk melihat dari dekat perkembangan bawang merah, sekaligus ingin belajar dari para petani mengenai pengalaman selama tiga tahun terakhir dalam menjalankan usaha budidaya bawang merah,” ungkap Yustina.

Meski menunjukkan tren yang positif, Sarman juga menyampaikan sejumlah aspirasi dan kendala yang dihadapi selama masa tanam hingga distribusi pupuk dan bibit.

Beberapa poin utama yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan sarana produksi dimana kelancaran distribusi pupuk dan benih diharapkan, jika ada dukungan bantuan pemerintah kabupaten dan provinsi.   “Sebaiknya alat dan bahan yang mau diberikan didiskusikan supaya sesuai kebutuhan dan tidak mubasir,” pesan Sarman.

Selain alat dan bahan,  intensitas perawatan dan penanganan paska panen untuk menjaga kualitas produk. Disamping itu, katanya, mereka juga membutuhkan dampingan penyuluh atau petugas lapangan, serta kebutuhan akan modernisasi alat mekanisasi pertanian dan sarana penunjang lainnya guna meningkatkan efisiensi kerja.

Menanggapi masukkan tersebut, Yustina menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya mengoptimalkan dukungan bagi para petani, “Kami akan berkoordinasi juga dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, juga  pihak terkait serta mitra kami lainya,”ungkapnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah provinsi dan kebutuhan riil di tingkat petani, sehingga Kabupaten Keerom dapat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi bawang merah yang mandiri. [enos]

Berita Terkait

Ormas Adat Waraney Teluk Bintuni Ikut “Kecam Keras” Dugaan Pelarangan Doa di Nice Playground Sawangan
Dinas Pertanian Papua pastikan ketersediaan benih Padi di kelompok penangkar di tengah cuaca ekstrem
Ludes Terjual! Bawang Merah Petani Keerom laris  di Bazar Bank Papua
Dukung swasembada pangan, Kadis Pertanian Papua Lunanka Daimboa tinjau proyek cetak sawah di Sarmi
Dukung Visi Papua Barat Cerdas 2026, Praktisi Pendidikan John F Putnarubun Apresiasi Beasiswa S2 ke Liverpool University
Fashion Bernafas Budaya: “Strategi UMKM Anak Muda Papua dalam memasarkan Produk Bercitra Lokal’’
Serangga Pegunungan Arfak Mendunia, lebih dari 50-an kelompok Turis manca negara konfirmasi kunjungan tahun 2026 
Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:30

Kunjungan Yustina Waicang ke Arso IV: Serap aspirasi Petani, Perkuat pengembangan Bawang Merah

Senin, 6 April 2026 - 17:31

Ormas Adat Waraney Teluk Bintuni Ikut “Kecam Keras” Dugaan Pelarangan Doa di Nice Playground Sawangan

Kamis, 19 Maret 2026 - 07:58

Dinas Pertanian Papua pastikan ketersediaan benih Padi di kelompok penangkar di tengah cuaca ekstrem

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:56

Ludes Terjual! Bawang Merah Petani Keerom laris  di Bazar Bank Papua

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:11

Dukung swasembada pangan, Kadis Pertanian Papua Lunanka Daimboa tinjau proyek cetak sawah di Sarmi

Senin, 15 Desember 2025 - 02:22

Fashion Bernafas Budaya: “Strategi UMKM Anak Muda Papua dalam memasarkan Produk Bercitra Lokal’’

Jumat, 5 Desember 2025 - 01:24

Serangga Pegunungan Arfak Mendunia, lebih dari 50-an kelompok Turis manca negara konfirmasi kunjungan tahun 2026 

Sabtu, 22 November 2025 - 13:26

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Berita Terbaru