Keerom (KADATE) – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Provinsi Papua Yustina H Waicang melakukan kunjungan lapangan ke lahan budidaya bawang merah milik kelompok tani Karya Mandiri di Arso IV, Kecamatan Skanto, Kabupaten Keerom, Jumat, (10/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan belajar dari dekat kemajuan serta efektivitas pengembangan komoditas bawang merah di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan santai di tengah lahan, Pak perwakilan petani setempat, Ahmad Sarman menyampaikan perkembangan mengenai aktivitas mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, kegiatan petani bawang saat ini terus berjalan. ada beberapa kendala yang terus kami benahi termasuk ketersediaan pestisida untuk mencegah serangan ulat daun.
Kami kelompok tani karya mandiri memiliki 20 anggota petani yang tergabung dalam kelompok tani ini,”sebut Sarman, salah satu tokoh petani Arso IV di kabupaten Keerom ini, dengan bilang kalau yang sedang aktif, 8 orang melakukan penanam pada lahan kurang lebih 2 Ha.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Yustin Waicang menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor hortikultura.
“Kehadiran saya disini untuk melihat dari dekat perkembangan bawang merah, sekaligus ingin belajar dari para petani mengenai pengalaman selama tiga tahun terakhir dalam menjalankan usaha budidaya bawang merah,” ungkap Yustina.
Meski menunjukkan tren yang positif, Sarman juga menyampaikan sejumlah aspirasi dan kendala yang dihadapi selama masa tanam hingga distribusi pupuk dan bibit.
Beberapa poin utama yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan sarana produksi dimana kelancaran distribusi pupuk dan benih diharapkan, jika ada dukungan bantuan pemerintah kabupaten dan provinsi. “Sebaiknya alat dan bahan yang mau diberikan didiskusikan supaya sesuai kebutuhan dan tidak mubasir,” pesan Sarman.
Selain alat dan bahan, intensitas perawatan dan penanganan paska panen untuk menjaga kualitas produk. Disamping itu, katanya, mereka juga membutuhkan dampingan penyuluh atau petugas lapangan, serta kebutuhan akan modernisasi alat mekanisasi pertanian dan sarana penunjang lainnya guna meningkatkan efisiensi kerja.
Menanggapi masukkan tersebut, Yustina menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya mengoptimalkan dukungan bagi para petani, “Kami akan berkoordinasi juga dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, juga pihak terkait serta mitra kami lainya,”ungkapnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah provinsi dan kebutuhan riil di tingkat petani, sehingga Kabupaten Keerom dapat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi bawang merah yang mandiri. [enos]









