Jayapura (KADATE) – Dalam rangka memastikan ketersedian stok benih padi di penangkar dalam kaitan dengan perubahan iklim termasuk curah hujan, Erik Purwo Susanto, SP (Plh. Ka. Seksi Tanaman Pangan) didampingi ibu Yustina Waicang SP (Plh. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Tanaman Pangan) dan Hendrik Rumere, SE (Staf Bidang TPH) melakukan pertemuan dengan Suyadi (ketua kelompok tani rukun makaryo) yang didampingi Kamari (staf balai benih palawija) di Besum Distrik Namblong Kab. Jayapura, Kamis (19/03/2026).
Pada kesempatan tersebut ibu Yustina menjelaskan bahwa kunjungan tersebut ingin memastikan stabilitas stok benih padi berkualitas sekaligus memetakan dampak perubahan iklim terhadap produktivitas lahan di tingkat produsen bibit yang kelola balai benih.
Dari penjelasan ketua kelompok dan staf balai benih tersebut, terungkap bahwa saat ini petani penangkar menghadapi tantangan berupa anomali cuaca dan serangan hama dan penyakit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Suyadi, “curah hujan tinggi dan tidak menentu telah menghambat proses pengeringan benih, selain itu berdampak pada pola tanam sehingga sulit memutuskan siklus hama. Hama penggerek batang masih mengancam volume produksi benih kami.”
Merespons kendala tersebut, Erik Purwo Susanto, SP (Plh.Ka Seksi Tanaman Pangan) menyampaikan apresiasi untuk kerja sama dan koordinasi yang dibangun selama ini bersama dibawah koordinasi pak Jani Laupatty dan staf.
Selanjutnya informasi yang diterima akan dijadikan referensi oleh team kerja dan mintra terkait guna memastikan dukungan optimal. Selain menerima informasi tersebut diatas, Fredik H. Rumere memastikan hak kelompok tani rukun makaryo sebagai salah satu penyuplay benih tetap menjadi perhatian dinas.
Mengakhiri diskusi Ibu Yustina menyampaikan bahwa Dinas Pertanian provinsi Papua akan terus bersinergi dengan kelompok tani rukun makaro dan staf balai bebeni serta mitra terkait untuk mencarikan solusi langkah teknis serta dukungan sarana proteksi guna meminimalisir risiko gagal produksi benih akibat faktor alam.
Lanjut Ibu Yustina, sebagai tindak lanjut, pertemuan ini akan menjadi acuan perumusan langkah lanjut.
Pada kesempatan tersebut, mewakili kelompok petani penangkar, Suyadi juga mengapresiasi kehadiran langsung tim dinas dan berharap komunikasi rutin tetap terjaga agar ketersediaan bibit padi tetap stabil dan mencukupi kebutuhan petani meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem. (enos)









