Jayapura (KADATE) – Komoditas bawang merah hasil panen petani Keerom, Kabupaten Keerom, ludes terjual dalam gelaran Bazar dan Pameran Produksi Terbatas yang diinisiasi oleh Bank Papua. Acara tersebut berlangsung meriah di GOR Waringin Kotaraja, Abepura, Jayapura, pada Selasa (17/3/2026).
Tingginya antusiasme pengunjung membuat stok bawang merah yang dipamerkan habis dalam waktu singkat, hal ini menunjukkan kualitas produk bawang merah lokal Papua mulai mendapatkan tempat di hati konsumen.
Menanggapi indikator animo masyarakat terhadap penjualan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pertanian memberikan apresiasi tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Plt. Kepala Bidang Hortikultura dan Tanaman Pangan, Yustina Waicang, SP., yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, menyatakan bahwa potensi bawang merah di keerom sangat menjanjikan.
“Kami akan terus mendorong pengembangan bawang merah di Keerom, dijadikan lokasi demplot (demonstration plot) produksi,” ujar Yustina saat diwawancarai oleh Kadate Media di lokasi kegiatan.
Menurut Yustina, pengembangan demplot ini bertujuan sebagai percontohan bagi petani lain agar dapat menerapkan teknik budidaya. Target utamanya adalah meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan, menjamin ketersediaan stok bawang merah lokal untuk pasar Jayapura dan sekitarnya, menekan angka inflasi daerah yang sering dipicu oleh kenaikan harga bumbu dapur.
Selain itu, kata Yustina bahwa indikator Keberhasilan di GOR Waringin hari ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perbankan (Bank Papua), pemerintah, dan petani dapat memperkuat ketahanan pangan di Tanah Papua. (enos)









