Manokwari (KADATE) – Praktisi Pendidikan dan juga Tenaga Ahli Fraksi di DPR Papua Barat, John F Putnarubun S.P., M.H., memberikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Barnabas Dowansiba,S.Pd.,M.Pd, atas dukungan nyata bagi anak asli Papua Barat untuk melanjutkan studi S2 di Liverpool University, Inggris atas nama Ruth Inanosa.

Sedikit tentang Ruth Inanosa, Ia merupakan salah satu mahasiswi asal Ppua Barat yang telah menyelesaikan S1 pada program business marketing and management tahun 2025 saat ini lanjut S2 di Liverpool University Inggris
pada jurusan Operations, Logistics Supply Chain and Management.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul Papua Barat secara khusus asal daerah industri Teluk Bintuni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut John, Kehadiran tenaga ahli lokal yang berkualifikasi internasional diharapkan mampu memperkuat posisi tawar masyarakat asli Papua dalam mengelola sektor industri Migas yang menjadi pilar vital pembangunan di daerah tersebut.
Di tengah keberhasilan program pemerintah tersebut, John Putnarubun memberikan catatan kritis serta tantangan terbuka bagi perusahaan BP Indonesia sebagai raksasa industri asal Inggris yang beroperasi di wilayah Papua Barat.
Ia mendesak agar BP Indonesia segera mengambil peran dalam mendukung pendidikan putra-putri daerah, khususnya untuk menembus universitas terbaik yang tergabung dalam Russell Group di Inggris. Investasi pada pendidikan tinggi ditegaskan bukan sekadar program sosial, melainkan tanggung jawab moral perusahaan terhadap wilayah operasionalnya guna memastikan keberlanjutan masa depan generasi muda papua barat di kancah global.
Semangat juang ini telah ditunjukkan juga oleh Marlista Simuna dan Esterlin Rumayomi, mahasiswi asal Papua Barat yang secara mandiri mengambil kelas matrikulasi bahasa Inggris di Bali hingga aplikasi diterima di Newcastle University dengan target skor IELTS 6.5.
Kegigihan kedua calon mahasiswi S2 pada newcastle university Inggris ini diharapkan menjadi pemantik bagi perusahaan besar seperti BP Indonesia untuk memberikan dukungan beasiswa penuh bagi putra putri asli Papua Barat.
Lanjut John, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sangat diperlukan agar putra-putri terbaik Papua tidak lagi berjuang sendirian di “lorong yang sunyi” demi mewujudkan cita-cita membawa perubahan bagi masa depan papua barat yang lebih cerdas dan mandiri. (enos)









