Serangga Pegunungan Arfak Mendunia, lebih dari 50-an kelompok Turis manca negara konfirmasi kunjungan tahun 2026 

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamatan Insect Malam Hari. (Ist/KADATE)

Pengamatan Insect Malam Hari. (Ist/KADATE)

Pegunungan Arfak (KADATE) – Pengelolaan Eko Eduwisata Kelompok Tani Hutan (KTH) Ninsimoi di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, semakin mendunia. Kawasan yang kaya keanekaragaman serangga ini, termasuk berbagai jenis kumbang dan kupu-kupu, kini menjadi magnet bagi wisatawan minat khusus dari berbagai penjuru dunia.

Akhir bulan November,  kelompok turis dari Rusia menjadi rombongan terbaru yang mengagumi keunikan serangga Arfak. Dima salah satu turis asal rusia mengungkapkan kekagumannya pada jenis serangga yang dijumpainya di stasion pengamatan serangga di pegunungan arfak yang dia kunjungi.

“Fantastik, saya akan kembali tahun depan  dengan rombongan untuk melihat kumbang sekaligus merasakan hangatnya hutan tropis”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada media Kadate, Ketua KTH Ninsimoi, Simon menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan semua pihak yang sudah membantu terutama  Dinas Kehutanan Papua Barat, khususnya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pegunungan Arfak. “Pak Yusuf (Irianto Yusuf, red), terima kasih sudah bantu fasilitasi turis berkunjung ke kami di kampung, ” ungkap Simon, Jumat (5/12/2025).

Tahun 2025 menjadi tahun yang bermakna tersendiri bagi upaya pembangunan kegiatan eko edu wisata pegunungna arfak yang dimotori KTH Ninsimoi. Mereka telah kedatangan rombongan turis dari Jepang, Denmark, Perancis, Swedia, Cheko dan yang terakhir dari Rusia.

Staf KPH Pegaf Polisi Hutan Ivan Tokayo saat persiapan Menemani Turis Eko Edu Wisata Minat Serangga (insect) asal Ceko November 2025 (Ist/KADATE)

Fenomena ini membuktikan bahwa potensi edu ekowisata minat khusus (Serangga) di Pegaf cukup besar.
“Ternyata kumbang yang kita lihat dia makan kayu busuk ini ada peminatnya,” kata Simon dengan antusias, menyoroti betapa bernilainya keanekaragaman hayati lokal di mata penikmat insect (serangga) internasional.

Meskipun sukses menarik perhatian dunia, pengelola KTH Ninsimoi mengakui masih menghadapi tantangan. “Memang pelayanan kami masih terbatas untuk dukung kunjungan turis terutama dari sisi transportasi, dan komukasi dalam bahasa inggris” tapi “sa tetap Gass,” tambahnya.

Benni Inanosa (mitra KPH Pegunungan Arfak) menyebutkan prospek tahun 2026 jauh lebih cerah dan menantang.

Komunikasi dan konfirmasi kunjungan sudah diterima, menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan. Suda ada konfirmasi rencana kunjungan tamu dari luar negeri termasuk Tiongkok (16 kelompok), Denmark  (7 kelompok), Rusia  (11 kelompok), Jepang  (21 kelompok) , Perancis  (3 kelompok), Belanda, Belarusia dan Polandia.

“Saya pikir akan datang sekitar 70 kelompok karena turis dari Belanda dan Polandia serta Belarusia sudah mulai membangun komunikasi. Ini peluang baik sekaligus tantangan bagi kami di KTH Ninsimoi,” tegasnya. (enos).

Berita Terkait

Fashion Bernafas Budaya: “Strategi UMKM Anak Muda Papua dalam memasarkan Produk Bercitra Lokal’’
Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 
Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah
Perjalanan Venora Masumbauw, pelajar SMK Migas Cepu dari Tanah Merah Baru Teluk Bintuni
Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah
Dua putri Teluk Bintuni “Mohon Doa” untuk Lanjut S2 di Inggris
Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit
DPP GOLKAR tetapkan Anshar Nurdin gantikan Almarhum Arius Kemon sebagai pengganti calon terpilih DPRK Teluk Bintuni

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 02:22

Fashion Bernafas Budaya: “Strategi UMKM Anak Muda Papua dalam memasarkan Produk Bercitra Lokal’’

Jumat, 5 Desember 2025 - 01:24

Serangga Pegunungan Arfak Mendunia, lebih dari 50-an kelompok Turis manca negara konfirmasi kunjungan tahun 2026 

Sabtu, 22 November 2025 - 13:26

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Jumat, 21 November 2025 - 18:49

Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah

Kamis, 20 November 2025 - 17:18

Perjalanan Venora Masumbauw, pelajar SMK Migas Cepu dari Tanah Merah Baru Teluk Bintuni

Kamis, 20 November 2025 - 10:03

Dua putri Teluk Bintuni “Mohon Doa” untuk Lanjut S2 di Inggris

Selasa, 18 November 2025 - 10:44

Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit

Selasa, 18 November 2025 - 09:17

DPP GOLKAR tetapkan Anshar Nurdin gantikan Almarhum Arius Kemon sebagai pengganti calon terpilih DPRK Teluk Bintuni

Berita Terbaru