Pegunungan Arfak (KADATE) – Pengelolaan Eko Eduwisata Kelompok Tani Hutan (KTH) Ninsimoi di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, semakin mendunia. Kawasan yang kaya keanekaragaman serangga ini, termasuk berbagai jenis kumbang dan kupu-kupu, kini menjadi magnet bagi wisatawan minat khusus dari berbagai penjuru dunia.
Akhir bulan November, kelompok turis dari Rusia menjadi rombongan terbaru yang mengagumi keunikan serangga Arfak. Dima salah satu turis asal rusia mengungkapkan kekagumannya pada jenis serangga yang dijumpainya di stasion pengamatan serangga di pegunungan arfak yang dia kunjungi.
“Fantastik, saya akan kembali tahun depan dengan rombongan untuk melihat kumbang sekaligus merasakan hangatnya hutan tropis”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada media Kadate, Ketua KTH Ninsimoi, Simon menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan semua pihak yang sudah membantu terutama Dinas Kehutanan Papua Barat, khususnya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pegunungan Arfak. “Pak Yusuf (Irianto Yusuf, red), terima kasih sudah bantu fasilitasi turis berkunjung ke kami di kampung, ” ungkap Simon, Jumat (5/12/2025).
Tahun 2025 menjadi tahun yang bermakna tersendiri bagi upaya pembangunan kegiatan eko edu wisata pegunungna arfak yang dimotori KTH Ninsimoi. Mereka telah kedatangan rombongan turis dari Jepang, Denmark, Perancis, Swedia, Cheko dan yang terakhir dari Rusia.

Fenomena ini membuktikan bahwa potensi edu ekowisata minat khusus (Serangga) di Pegaf cukup besar.
“Ternyata kumbang yang kita lihat dia makan kayu busuk ini ada peminatnya,” kata Simon dengan antusias, menyoroti betapa bernilainya keanekaragaman hayati lokal di mata penikmat insect (serangga) internasional.
Meskipun sukses menarik perhatian dunia, pengelola KTH Ninsimoi mengakui masih menghadapi tantangan. “Memang pelayanan kami masih terbatas untuk dukung kunjungan turis terutama dari sisi transportasi, dan komukasi dalam bahasa inggris” tapi “sa tetap Gass,” tambahnya.
Benni Inanosa (mitra KPH Pegunungan Arfak) menyebutkan prospek tahun 2026 jauh lebih cerah dan menantang.
Komunikasi dan konfirmasi kunjungan sudah diterima, menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan. Suda ada konfirmasi rencana kunjungan tamu dari luar negeri termasuk Tiongkok (16 kelompok), Denmark (7 kelompok), Rusia (11 kelompok), Jepang (21 kelompok) , Perancis (3 kelompok), Belanda, Belarusia dan Polandia.
“Saya pikir akan datang sekitar 70 kelompok karena turis dari Belanda dan Polandia serta Belarusia sudah mulai membangun komunikasi. Ini peluang baik sekaligus tantangan bagi kami di KTH Ninsimoi,” tegasnya. (enos).









