Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan marga Inanosa yang dipimpin oleh Kepala Marga, Titus Inanosa, di Balai Kampung Tofoi, Selasa, 18 November 2025.

Pertemuan marga Inanosa yang dipimpin oleh Kepala Marga, Titus Inanosa, di Balai Kampung Tofoi, Selasa, 18 November 2025.

 

Bintuni (KADATE)  – Marga Inanosa dari Suku Sumuri, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, secara resmi menyatakan penolakan tegas mereka terhadap rencana pelepasan lahan adat untuk perkebunan kelapa Sawit oleh PT Borneo Subur Prima (BSP).

Keputusan ini dicapai dalam pertemuan marga yang dipimpin oleh Kepala Marga, Titus Inanosa, di Balai Kampung Tofoi pada Selasa, 18 November 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Titus  Inanosa bahwa forum menyetujui penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran mendalam akan hilangnya hak ulayat. “Tanah kami sudah habis. Kami tak ingin anak turunan Inanosa kehilangan hak atas tanah lagi,” ujar Titus Inanosa, menegaskan sikap marganya untuk menjaga ketersediaan lahan bagi generasi mendatang.

Sikap resistensi Marga Inanosa ini dipicu oleh pengalaman pahit di masa lalu saat masuknya perusahaan sawit sebelumnya, PT Varita Majutama.

Anggota marga, Max Inanosa dan Laurens Inanosa, yang menjadi saksi dalam proses pelepasan tanah sebelumnya kepada varita, mengungkapkan adanya praktik manipulasi dokumen dan tekanan.

Max Inanosa mencontohkan, uang sebesar Rp 130 juta yang diserahkan oleh manajemen Varita Majutama sebagai ‘uang ketok pintu’ dicantumkan secara sepihak dalam dokumen sebagai ‘kompensasi’ pelepasan hak atas tanah.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga yang membuat Marga Inanosa menolak setiap ‘permainan kotor’ yang mungkin terulang, demi mempertahankan tanah mereka.

Dengan keputusan ini, Titus Inanosa juga menyatakan kesamaan pandangan dengan tokoh-tokoh lokal lainnya, seperti Bapak Distrik Sumuri dan Ketua Marga Ateta, dengan menegaskan bahwa “tidak ada pembebasan tanah untuk digunakan oleh PT Borneo Subur Prima.”

Penolakan Marga Inanosa ini secara signifikan memperkuat gelombang resistensi masyarakat adat di Distrik Sumuri terhadap rencana ekspansi perkebunan kelapa sawit di wilayah mereka, mengirimkan pesan kuat bahwa hak-hak ulayat dan keberlanjutan hidup masyarakat adat harus dipertahankan di atas kepentingan investasi perusahaan (enos)

Berita Terkait

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 
Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah
Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah
Dua putri Teluk Bintuni “Mohon Doa” untuk Lanjut S2 di Inggris
DPP GOLKAR tetapkan Anshar Nurdin gantikan Almarhum Arius Kemon sebagai pengganti calon terpilih DPRK Teluk Bintuni
Henry Kapuangan Kunjungi Sekolah di Merdey, Biscoob dan Masyeta: “Lihat Aktivitas Belajar”
Kupu-Kupu Arfak, wisatawan minat khusus Serangga dari Prancis
Bakti untuk Negeri dari Bintuni

Berita Terkait

Sabtu, 22 November 2025 - 13:26

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Jumat, 21 November 2025 - 18:49

Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah

Kamis, 20 November 2025 - 15:01

Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah

Kamis, 20 November 2025 - 10:03

Dua putri Teluk Bintuni “Mohon Doa” untuk Lanjut S2 di Inggris

Selasa, 18 November 2025 - 10:44

Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit

Rabu, 12 November 2025 - 09:09

Henry Kapuangan Kunjungi Sekolah di Merdey, Biscoob dan Masyeta: “Lihat Aktivitas Belajar”

Senin, 10 November 2025 - 14:37

Kupu-Kupu Arfak, wisatawan minat khusus Serangga dari Prancis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 03:45

Bakti untuk Negeri dari Bintuni

Berita Terbaru

Oye Pigome, ST berpose bersama Yoti Gire, S.Sos Ketua HIPMI Papua Tengah terpilih periode 2025-2028 dalam suatu kesempatan. (Foto:Istimewa)

ASPIRASI

Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah

Kamis, 20 Nov 2025 - 15:01