Dari Taroy ke Dunia Migas: Sholeh Nabi buktikan anak Papua bisa!

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bintuni (KADATE) – Siapa sangka, dari sebuah kampung sederhana di Teluk Bintuni, lahir sosok muda yang kini menapaki karier di dunia migas internasional. Dialah Sholeh Nabi, pemuda suku Sebyar, alumni Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni angkatan 2021, jurusan electrical.

Perjalanannya tidak mudah. Sholeh masih ingat hari pertama masuk P2TIM, ia harus beradaptasi dengan disiplin ketat, aturan kerja. Hingga keterampilan teknis yang baru.

Semua pengalaman itu, menurutnya, bukan sekadar teori, tapi bekal nyata yang membentuk karakternya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di P2TIM, saya belajar aturan, disiplin, dan karakter. Itu penting sekali, bukan hanya untuk lulus pelatihan, tapi juga untuk hidup di dunia kerja yang sebenarnya,” ujar Sholeh mengenang.

 

Lulus dari P2TIM, Sholeh tidak langsung mendapat pekerjaan. Ia harus gigih melamar ke berbagai perusahaan hingga akhirnya lolos Job Training Acceleration Programme (JTAP) di BP LNG Tangguh pada bagian produksi.

“Masa orang luar bisa kerja di tanah kita, baru saya tidak bisa? Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak bisa?” tuturnya.

Kini, berkat kerja keras dan tekadnya, Sholeh Nabi menjadi salah satu wajah sukses anak muda Tujuh Suku Teluk Bintuni yang bisa bersaing di industri migas kelas dunia.

Kisah Sholeh adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa lahir dari kampung kecil. Dengan tekad, disiplin, dan kesempatan yang tepat, anak-anak Papua mampu mengangkat derajat keluarga sekaligus membanggakan daerah di panggung industri internasional. (***/dmd)

Berita Terkait

Dinas Pertanian Papua pastikan ketersediaan benih Padi di kelompok penangkar di tengah cuaca ekstrem
Ludes Terjual! Bawang Merah Petani Keerom laris  di Bazar Bank Papua
Dukung swasembada pangan, Kadis Pertanian Papua Lunanka Daimboa tinjau proyek cetak sawah di Sarmi
Dukung Visi Papua Barat Cerdas 2026, Praktisi Pendidikan John F Putnarubun Apresiasi Beasiswa S2 ke Liverpool University
Fashion Bernafas Budaya: “Strategi UMKM Anak Muda Papua dalam memasarkan Produk Bercitra Lokal’’
Serangga Pegunungan Arfak Mendunia, lebih dari 50-an kelompok Turis manca negara konfirmasi kunjungan tahun 2026 
Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 
Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 07:58

Dinas Pertanian Papua pastikan ketersediaan benih Padi di kelompok penangkar di tengah cuaca ekstrem

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:56

Ludes Terjual! Bawang Merah Petani Keerom laris  di Bazar Bank Papua

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:11

Dukung swasembada pangan, Kadis Pertanian Papua Lunanka Daimboa tinjau proyek cetak sawah di Sarmi

Senin, 9 Maret 2026 - 16:12

Dukung Visi Papua Barat Cerdas 2026, Praktisi Pendidikan John F Putnarubun Apresiasi Beasiswa S2 ke Liverpool University

Senin, 15 Desember 2025 - 02:22

Fashion Bernafas Budaya: “Strategi UMKM Anak Muda Papua dalam memasarkan Produk Bercitra Lokal’’

Sabtu, 22 November 2025 - 13:26

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Jumat, 21 November 2025 - 18:49

Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah

Kamis, 20 November 2025 - 17:18

Perjalanan Venora Masumbauw, pelajar SMK Migas Cepu dari Tanah Merah Baru Teluk Bintuni

Berita Terbaru