TP PKK Distrik Sumuri sosialisasi pencegahan Stunting bagi ibu hamil dan menyusui

Sabtu, 27 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tofoi (KADATE) – Peran orangtua memenuhi kebutuhan gizi terhadap anak sejak dalam kandungan, merupakan salah kunci penting mencegah terjadinya stunting. Materi ini menjadi salah satu topik dalam kegiatan sosialisasi percepatan penurunan Stunting yang dilaksanakan Tim Penggerak (TP) PKK Distrik Sumuri, kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (27/5/2023).

Kegiatan yang melibatkan para ibu hamil, menyusui dan yang memiliki anak balita dari sejumlah kampung yang ada di Distrik Sumuri, menghadirkan nara sumber dari Dinas Kesehatan Teluk Bintuni. Para kader posyandu juga datang.

Silas Mansumbauw, Kepala Puskesmas Kampung Tofoi hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan bersama Windahsari Panjaitan dan Yuli Dimara, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tofoi .

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua TP PKK Distrik Sumuri, Feiby Susiliawati Makatulung Dorisara mengatakan, kesadaran para ibu di wilayah kerjanya dalam memenuhi kebutuhan gizi dan menjaga kesehatan diri dan anaknya sejak dalam kandungan, masih sangat rendah.

“Kebanyakan mereka (ibu-ibu,red) malas tahu untuk memeriksakan kesehatannya. Apabila anak-anaknya sakit, atau ketika mereka lagi hamil itu jarang sekali mau naik periksa ke Puskesmas,” kata Feiby Susiliawati Makatulung Dorisara.

“Dampaknya, kebanyakan dari gizi dan kesehatannya, tidak diperhatikan baik. Makanya dari kegiatan ini, kami mengingatkan kembali agar mereka tidak malas memeriksakan diri dan bayinya ke puskesmas terdekat,” tukasnya.

Terkait dengan ibu hamil, menyusui dan mereka yang memiliki anak balita yang menjadi fokus peserta sosialisasi, istri Kepala Distrik Sumuri ini menyampaikan bahwa posisi mereka memiliki peran penting dalam menentukan masa depan anak-anaknya.
Jika sejak dini sudah dipenuhi gizi dan diperhatikan kesehatannya, maka proses tumbuh kembang anak akan menjadi baik dan itu akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia anak tersebut.

Kepala Puskesmas Tofoi Silas Mansumbauw mengapresiasi kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan TP PKK Distrik Sumuri. Menurutnya, kegiatan yang di inisiasi oleh TP PKK ini menunjukkan adanya kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat dalam memerangi stunting.

“Menjaga kesehatan masyarakat menjadi tanggungjawab bersama. Kegiatan hari ini menjadi bukti adanya kolaborasi yang baik antara PKK dengan Puskesmas,” kata Silas.

Sementara itu, Kepala Distrik Sumuri, Tarsisius Dorisara, SH mengatakan, program pemberantasan stunting merupakan program prioritas yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo. Perintah itu telah diturunkan secara berjenjang, mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati hingga pejabat di tingkat Distrik dan Kelurahan.
“Makanya saya ingatkan kepada para kepala kampung, jangan gunakan Dana Kampung itu sembarang-sembarang. Harus ada alokasi untuk kegiatan penanganan masalah kesehatan masyarakat. Program memberantas stunting ini harus diperhatikan baik, karena kalau tidak ada dananya, program juga tidak bisa berjalan,” kata Tarsisius.

Distrik Sumuri yang terdiri dari lima kampung definitif, yakni Kampung Tofoi, Materabu Jaya, Furada, Saengga dan Tanah Merah serta tiga kampung persiapan pemekaran yakni Padang Agoda, Onar Lama dan Onar Baru, memiliki jumlah jiwa di atas 5.000.

Namun belum seluruh jumlah penduduk yang ada ini, menyadari pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini maupun memperhatikan kesehatannya sendiri.
“Ketika Ibu Ketua TP PKK menyampaikan ide mengadakan sosialisasi ini, saya langsung setujui. Saya sepenuhnya mendukung, dengan menyiapkan tempat sekaligus anggarannya,” kata Tarsisius.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga di isi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa bubur ayam, bubur kacang hijau, telur serta buah. [*/dmd]

Berita Terkait

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”
Teluk Bintuni “dipangkas” anggaran 135 milyar rupiah, Matret Kokop: gunakan anggaran efektif dan efisien

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Jumat, 14 Februari 2025 - 15:28

Teluk Bintuni “dipangkas” anggaran 135 milyar rupiah, Matret Kokop: gunakan anggaran efektif dan efisien

Berita Terbaru