180 Relawan PMI Mapping dan Survei Keengganan Vaksin Polio

Kamis, 20 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bintuni (KADATE) – Palang Merah Indonesia (PMI) melalui dukungan Federasi Perhimpunan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melakukan pemetaan (Mapping) dan pengumpulan data (survei) untuk memahami keenganan masyarakat terkait keenganan vaksin Polio sebagai bagian dari program eradikasi Polio.

Kegiatan ini dilakukan oleh lebih dari 180 relawan PMI sejak Desember 2021 hingga Januari 2022 di 40 desa (kampung) yang tersebar di 5 provinsi yaitu Aceh, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat ke rumah masyarakat dengan anak di bawah 15 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia nyatanya juga mengakibatkan adanya penurunan cakupan imunisasi pada anak, termasuk untuk Polio.

Upaya untuk memastikan cakupan imunisasi dasar bagi masyarakat yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau bukanlah hal yang mudah, apalagi di tengah pandemi. Akan tetapi, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pemberian vaksinasi dasar.

Relawan PMI ketika melakukan survei

Informasi yang didapatkan dari pemetaan dan survey keengganan vaksin polio akan digunakan untuk menyesuaikan program dan kegiatan agar selaras konteks budaya lokal sehingga membantu meningkatkan efektifitas implementasi di tingkat lokal.

“Melalui kegiatan pemetaan ini, kami menemukan bahwa tidak semua penduduk desa menerima dampak dari Posyandu [Pos Pelayanan Terpadu] setempat,” ujar Tri, relawan PMI di Desa Nunleu, Kota Kupang.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung capaian imunisasi polio dan imunisasi dasar hingga 95 persen di setiap wilayah Puskesmas dalam rangka mendukung eradikasi polio.

Sementara itu, Sekretaris PMI Teluk Bintuni, Rahman Manilet mengatakan program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung capaian imunisasi polio dan imunisasi dasar hingga 95 persen di setiap wilayah Puskesmas dalam rangka mendukung eradikasi polio.

“Data yang terkumpul akan membantu Dinas Kesehatan Bintuni serta Puskesmas dalam cakupan pelaksanaan imunisasi polio,” tandasnya. (adv/dmd)

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru