Dukung Program Imunisasi Nasional, 1.000 Relawan PMI Diberikan Pelatihan

Selasa, 2 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bintuni (KADATE) – Guna mendukung pemerintah dalam menggenjot program imunisasi polio, Palang Merah Indonesia (PMI) akan menyiapkan 1.000 relawan yang dilatih di 5 provinsi. Provinsi tersebut adalah Aceh, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara dan Papua Barat.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan PMI untuk mendukung pemerintah Indonesia agar imunisasi dasar menjangkau seluruh anak, baik melalui Program Imunisasi Nasional, Campak Rubella, maupun program lainnya.

“Penting sekali untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memberi akses kepada seluruh anak Indonesia agar terhindar dari polio, campak, dan rubella melalui Program Imunisasi Nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Relawan PMI merupakan garda terdepan dalam upaya eradikasi polio di Indonesia sehingga perlu untuk fokus pada kegiatan deteksi awal, pencegahan, dan peningkatan kapasitas sumber daya agar mampu melindungi anak-anak di Indonesia dari virus polio,” kata Fachmi Idris
dalam kegiatan Kick Off Kesiapsiagaan Polio PMI di Lantai I Kolbano Room Sotis Hotel, Selasa 2 November 2021.

PMI, kata Fachmi Idris berkomitmen untuk mendukung Program Pemerintah Indonesia dalam mengeradikasi polio pada Peluncuran Program Kesiapsiagaan Polio secara resmi di kota Kupang, NTT.

PMI dengan dukungan dari Federasi PMI dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) akan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan akses masyarakat melalui program dan layanan imunisasi polio.

PMI akan mendorong peningkatan permintaan vaksinasi serta mengurangi penolakan terhadap vaksin di masyarakat. PMI juga akan meningkatkan pelacakan (surveillans) untuk kasus Lumpuh Layu Akut (Acute Placcid Paralysis).

Fokus pelaksanaan akan menargetkan daerah berisiko tinggi dan memiliki cakupan rendah terhadap program imunisasi polio di lima provinsi, yaitu Aceh, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat.

PMI akan menggunakan pendekatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana serta krisis kesehatan.

Kepala Delegasi Federasi PMI dan BSM (IFRC), Jan Gelfand menambahkan Asia Tenggara seara resmi telah terbebas dari polio sekitar 7 tahun yang lalu, tetapi ia meyakini terdapat potensi bermunculan kembali.

Tantangan di tengah pandemi yang masih berlangsung, lanjutnya memerlukan adanya peningkatan upaya untuk melindungi setiap anak di Indonesia terhadap imunisasi dasar.

“Pandemi tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat khususnya semua anak-anak Indonesia untuk mendapatkan akses imunisasi dasar, khususnya polio. Dukungan kepada PMI sangatlah penting untuk mencegah kemunculan kembali virus ini,” tukasnya.

Mission Director USAID Indonesia, Ryan Washburn, mengapresiasi Indonesia yang telah behasil mengembangkan integrasi dan koordinasi antar lembaga untuk menyukseskan eradikasi polio.

“USAID gembira dapat bekerja dama dengan Pemerintah Indonesia xan organisasi seperti PMI dan Federasi Palang Merah Internasional dan Bukan Sabit Merah untuk memberantas Polio dan memastikan vaksin polio menjangkau setiap anak di Indonesia, tanpa kecuali,” tegasnya. (dmd/adv)

Berita Terkait

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 
Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah
Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah
Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit
DPP GOLKAR tetapkan Anshar Nurdin gantikan Almarhum Arius Kemon sebagai pengganti calon terpilih DPRK Teluk Bintuni
Henry Kapuangan Kunjungi Sekolah di Merdey, Biscoob dan Masyeta: “Lihat Aktivitas Belajar”
Kupu-Kupu Arfak, wisatawan minat khusus Serangga dari Prancis
Terpanggil kontribusi pada Pendidikan Dasar di Teluk Bintuni, Darius Susure putuskan kerja relawan pada YPPK

Berita Terkait

Sabtu, 22 November 2025 - 13:26

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Jumat, 21 November 2025 - 18:49

Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah

Kamis, 20 November 2025 - 15:01

Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah

Selasa, 18 November 2025 - 10:44

Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit

Rabu, 12 November 2025 - 09:09

Henry Kapuangan Kunjungi Sekolah di Merdey, Biscoob dan Masyeta: “Lihat Aktivitas Belajar”

Senin, 10 November 2025 - 14:37

Kupu-Kupu Arfak, wisatawan minat khusus Serangga dari Prancis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:07

Terpanggil kontribusi pada Pendidikan Dasar di Teluk Bintuni, Darius Susure putuskan kerja relawan pada YPPK

Senin, 20 Oktober 2025 - 02:20

Kisah Muna Kosepa, Alumni P2TIM : “Mimpi gadis asal Distrik Tomu ini kini jadi nyata”

Berita Terbaru

Oye Pigome, ST berpose bersama Yoti Gire, S.Sos Ketua HIPMI Papua Tengah terpilih periode 2025-2028 dalam suatu kesempatan. (Foto:Istimewa)

ASPIRASI

Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah

Kamis, 20 Nov 2025 - 15:01