SKK Migas Setujui “Plan of Development” Lapangan Ubadari dan Vorwata CCUS di Papua Barat

Senin, 30 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, KadateBintuni.com – bp dan para mitra Tangguh LNG menginformasikan bahwa SKK Migas telah menyetujui plan of development (POD) untuk pengembangan proyek Tangguh LNG tahap berikutnya, yaitu Lapangan Ubadari dan Vorwata Carbon Capture Utlization and Storage (CCUS) di Papua Barat, Indonesia.

Dalam POD ini, kami memperkirakan potensi penambahan gas sebesar 1,3 triliun kaki kubik (Tcf), dari Lapangan Ubadari dan Vorwata CCUS.

Pengembangan lapangan Ubadari merupakan langkah percepatan setelah melalui program appraisal yang sukses dan akan diproduksi melalui instalasi tanpa awak yang terhubung dengan pipa lepas pantai ke fasilitas LNG Tangguh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pengembangan CCUS Vorwata akan menginjeksikan kembali sekitar 25 juta ton CO2 ke reservoir Vorwata untuk mengurangi sebagian besar emisi karbon dan memberikan tambahan produksi gas melalui enhanced gas recovery (EGR). Injeksi CO2 ini akan mengurangi hingga 90% CO2 dari reservoir yang saat ini dilepas ke udara, atau hampir setengah dari emisi Tangguh LNG. Hal ini akan menjadikan Tangguh sebagai salah satu kilang LNG dengan intensitas gas rumah kaca (GRK) terendah di dunia.

“Pengembangan ini menunjukkan bahwa Tangguh merupakan proyek strategis dalam portofolio bp. Ubadari merupakan wujud nyata dari fokus usaha kami dalam pengembangan gas. Sedangkan proyek Vorwata CCUS-EGR akan menjadi tonggak penting bagi bp untuk dapat berkontribusi terhadap tujuan untuk mengurangi emisi. Pencapaian pada tahap ini – dari hanya sebuah konsep sejak beberapa tahun lalu – sangatlah luar biasa. Sebuah hasil nyata dari kemitraan antara bp dengan para mitranya dan Pemerintah Indonesia.” ujar Dev Sanyal, bp executive vice president for gas & low carbon energy.

Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Lapangan Ubadari dan Vorwata CCUS akan dimulai pada pertengahan 2022, setelah mendapatkan persetujuan SKK Migas dan para mitra Tangguh; dengan estimasi penyelesaian pekerjaan pada tahun 2026 setelah keputusan investasi akhir (FID).

“Persetujuan rencana pengembangan ladang Ubadari dan Vorwata CCUS adalah bentuk kepercayaan terhadap proyek Tangguh LNG dan juga wujud komitmen berkelanjutan kami untuk berinvestasi di Indonesia. Kami bangga dapat menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan produksi gas di Indonesia sekaligus mengurangi emisi secara signifikan. Hal ini sepenuhnya sejalan dengan tujuan bp dan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk memenuhi komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) berdasarkan Perjanjian Paris. Kami berterima kasih kepada Kementerian ESDM, SKK Migas dan Ditjen Migas, serta semua mitra Tangguh, atas dukungan dan kerjasamanya sehingga memungkinkan disetujuinya rencana pengembangan ini, ” jelas Nader Zaki, bp regional president Asia Pacific.

bp, sebagai operator Tangguh LNG, adalah sebuah perusahaan di bawah kontrak kerjasama yang operasinya diawasi oleh SKK Migas. Saat ini, Tangguh merupakan lapangan penghasil gas terbesar di Indonesia dengan produksi 1,4 miliar kaki kubik (Bcf) setiap harinya melalui dua Train LNG dan akan mencapai 2,1 Bcf setiap harinya setelah Train 3 mulai beroperasi. Proyek Ekspansi Tangguh, termasuk pembangunan Train 3 telah disebutkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional oleh Pemerintah Indonesia. (***/Daniel)

Berita Terkait

Fashion Bernafas Budaya: “Strategi UMKM Anak Muda Papua dalam memasarkan Produk Bercitra Lokal’’
Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 
Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah
Perjalanan Venora Masumbauw, pelajar SMK Migas Cepu dari Tanah Merah Baru Teluk Bintuni
Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah
Dua putri Teluk Bintuni “Mohon Doa” untuk Lanjut S2 di Inggris
Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit
DPP GOLKAR tetapkan Anshar Nurdin gantikan Almarhum Arius Kemon sebagai pengganti calon terpilih DPRK Teluk Bintuni

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 02:22

Fashion Bernafas Budaya: “Strategi UMKM Anak Muda Papua dalam memasarkan Produk Bercitra Lokal’’

Sabtu, 22 November 2025 - 13:26

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Jumat, 21 November 2025 - 18:49

Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah

Kamis, 20 November 2025 - 17:18

Perjalanan Venora Masumbauw, pelajar SMK Migas Cepu dari Tanah Merah Baru Teluk Bintuni

Kamis, 20 November 2025 - 10:03

Dua putri Teluk Bintuni “Mohon Doa” untuk Lanjut S2 di Inggris

Selasa, 18 November 2025 - 10:44

Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit

Selasa, 18 November 2025 - 09:17

DPP GOLKAR tetapkan Anshar Nurdin gantikan Almarhum Arius Kemon sebagai pengganti calon terpilih DPRK Teluk Bintuni

Rabu, 12 November 2025 - 09:09

Henry Kapuangan Kunjungi Sekolah di Merdey, Biscoob dan Masyeta: “Lihat Aktivitas Belajar”

Berita Terbaru