Percepatan Pendidikan Papua Dengan Merdeka Belajar Ala Jokowi-Nadiem  

Senin, 30 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, KadateBintuni.com – Bergabung langsung secara virtual dari Kampung Anasai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, bersama dengan ratusan anak Sekolah Menengah Atas – Entrepreneurship Chevalier Anasai, Stafsus Presiden yang membidangi Pendidikan, Inovasi dan Kewirausahaan asal Papua, Billy Mambrasar membawa pesan Joko Widodo untuk Pendidikan anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Papua.

Hal ini disampaikan dalam Webinar yang diadakan oleh Dirjen Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan tajuk: “Merdeka Belajar, Kampus Merdeka”, dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi RI, Prof. Ir. Nizam MSc, DIC, PhD, dan Ketua Komisi X DPR RI, H. Syaiful Huda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita bisa lihat, lebih dari 500 Triliun Rupiah di gelontorkan Presiden Joko Widodo dalam rancangan APBN 2022 untuk Pendidikan, diatas Infrastruktur, dan sektor lain. Khusus untuk Papua, Presiden berpesan, melalui Inpres No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat, Pendidikan, khususnya pembangunan Orang Asli Papua (OAP), harus menjadi prioritas”, ujar Billy Mambrasar.

Terima kasih dan apresiasi saya kepada pemerintah Dukungan penuh dari saya untuk kemajuan pendidikan dan SDM di wilyah 3T khususnya Indonesia Timur. Anak-anak di sini sangat tinggi minat belajarnya dan antusias terhadap perhatian dari Pak Jokowi dan Mas Nadiem untuk pendidikan di Indonesia Timur.

Semoga terobosan baru Presiden Joko Widodo akan mendorong lebih banyak anak didik kita berkesempatan sekolah setinggi tingginya, Khususnya bagi teman-teman dan adik-adik kita yang tinggal di Tanah Papua” ujar Bruder Yoseph Silvanus Daempal MSc, Kepala Sekolah yang fokus pada Bidang Kewirausahaan di Papua bagian selatan ini.

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi hadir untuk meningkatkan SDM Indonesia yang unggul secara merata. Dengan memberi kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk berkolaborasi untuk meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill, mendapat pengalaman yang berharga serta menjawab tantangan-tantangan pendidikan yang selama ini membelenggu.

Dengan adanya MBKM ini, diharapkan dapat menjadi langkah solutif dalam menghadapi tantangan pada wilyah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), khususnya untuk Indonesia Wilayah Timur. Dimana, pada wilayah tersebut terdapat beberapa masalah yang masih dihadapi, seperti kekurangan jumlah (shortage), distribusi tidak seimbang (unbalanced distribution), kualifikasi di bawah standar (under qualification), kurang kompeten (low competencies), serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diampu (mismatched).

Selain tantangan yang telah disebutkan di atas, juga terdapat permasalahan lain, yaitu; angka putus sekolah yang relatif tinggi, sementara angka partisipasi sekolah masih rendah. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh, terutama dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, agar daerah 3T dapat segera maju dan sejajar dengan daerah lain.

Adapun banyak sekali Terobosan yang telah dilakukan lewat Instruksi Presiden Joko Widodo, dan inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, melalui MBKM ini memajukan Pendidikan Papua. Diantaranya: Peningkatan Dana Anggara Bantuan Operasional Sekolah (BOS), penambahan perekrutan guru melalui formasi PNS maupun PPPK, penambahan anggaran untuk perbaikan infrastruktur sekolah, hingga akselerasi digital untuk Pendidikan.

“Transformasi Digital yang didorong Pak Jokowi dengan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Internet, yang memampukan saat ini, walaupun berada di daerah Pedalaman di Papua, bisa menyapa teman-teman seluruh Indonesia dalam Webinar ini. Semoga kedepannya, anak-anak Papua dapat lebih maju pendidikannya”, ujar Billy Mambrasar menutup sesinya dalam webinar tersebut. (***/Azrul)

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru