Bintuni, KadateBintuni.com – “Saya kerja di Industri Migas selama 9 tahun, sebelum ditunjuk jadi Pengusaha dan Pegiat Sosial, lalu ditunjuk menjadi Staf Khusus Presiden RI. Saya mulai karir saya sebagai Operator Lapangan, pake coverall, helm, panas-panasan di lapangan, panjat tanki, lompat ke platform produksi. Tapi saya semangat kerja, karena saya cari uang untuk menghidupi orang tua dan keluarga saya. Karir saya menanjak cepat, hingga dipromosikan jadi insinyur. Kalau sa bisa melalui semua itu dengan baik, sa yakin, kam juga bisa!,” ujar Billy Mambrasar, disambut tepuk tangan Meriah seluruh siswa P2TIM Bintuni, Papua Barat. (20/08/2021).
Lewat P2TIM, anak-anak Papua di Bintuni dididik dan dilatih untuk menjadi pekerja di Industri Migas. Keahlian yang diajarkan diantaranya, untuk menjadi “Welder” (Pengelas), “Rigger” (Pemasangan ring pipa dan baja), “Scafolder” (Pemasangan struktur penunjang), dan Tenaga listrik. Sejak tahun 2017, P2TIM telah meluluskan tujuh angkatan, dengan jumlah satu angkatan sebanyak 100 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Billy Mambrasar adalah salah satu dari 11 orang Staf Khusus Presiden RI, yang ditunjuk pada akhir 2019 lalu, tepat setelah Pelantikan Presiden RI, Joko Widodo, untuk periode kedua. Billy Mambrasar lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, pada tahun 2009, kemudian memulai karirnya di Industri Migas, dengan bergabung ke perusahaan Minyak asal Inggris: BP, sebelum kemudian menjadi pengusaha dan pegiat sosial, dan ditunjuk masuk istana menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, Inovasi dan Pembangunan Daerah terluar.
Billy Mambrasar bercerita bahwa dia memulai karirnya sebagai operator lapangan, di beberapa fasilitas produksi gas milik BP, mengoperasikan peralatan di lapangan. Billy lalu dipromosikan sebagai insinyur melalui program pembinaan insinyur muda, dan mencapai puncak karirnya sebelum memutuskan mengundurkan diri dan fokus di beberapa usahanya, dan juga menjalankan Yayasan Kitong Bisa, sebuah Yayasan sosial yang fokusnya memberikan Pendidikan non formal gratis untuk anak-anak Papua.
“Kalian harus bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar di institusi yang disediakan oleh Pemda Kabupaten Teluk Bintuni ini. Setelah lulus, itulah waktunya untuk berjuang menghadapi kenyataan hidup. Perjuangan sesungguhnya untuk bekerja, berkarir, dan sukses itu setelah lulus dari sini”, ujar Putra Asli Papua asal kepulauan Yapen.
Di depan kurang lebih 100 hadirin di aula P2TIM tersebut, Stafsus Billy Mambrasar menyampaikan tip suksesnya berkarir di Industri Migas sebagai berikut:
1. Kerja Keras (Selalu menghabiskan waktu secara efektif dan efisien untuk bekerja, dan tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna)
2. Kerja Cerdas (Selalu mau belajar, mengerjakan sesuatu dengan pendekatan yang berbeda, melakukan inovasi, dan mengerjakan tugas dengan efisien)
3. Kerja Cepat (Apabila diberikan tugas oleh Pimpinan, langsung diselesaikan dengan cepat dan tidak ditunda-tunda, agar bisa meminta tugas yang lain)
4. Kerja Lebih (Mengerjakan segala sesuatu lebih dari apa yang diperintahkan oleh pimpinan)
5. Kerjasama (Selalu mengutamakan kolaborasi dan membina hubungan yang baik dengan orang lain, baik atasan, sesama karyawan pada level yang sama, maupun bawahan)
“Kalau saya lihat tadi, dari hampir 800 siswa yang sudah dan sedang belajar di sini, baru 200an saja yang sedang bekerja di Industri migas, dan kurang dari 90 orang yang kerja di Industri lain, artinya masih banyak lulusannya yang menganggur. Saya siap bantu Pak Bupati untuk kita maksimalkan lulusan P2TIM ini dengan baik, untuk mendukung Pembangunan ekonomi dan industri di Kabupaten Teluk Bintuni” kata Billy Mambrasar. (***/Azrul)