Kampus Baru Uncen Di Serui Segera Beroperasi: ” Tanda Pemekaran Provinsi Tabi-Saireri Segera Jadi?”

Rabu, 18 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serui (KADATE) – Kampus II UNCEN di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua akan menjalankan kegiatan akademiknya pada tahun ajaran 2021/2022 ini. Hal ini terlihat dari membludaknya pendaftar calon mahasiswa yang melebihi kuota ketersediaan kursi yang dilakukan sejak pekan lalu (18/08/2021).

“Masih ada diskusi dengan Pihak UNCEN terkait kuota, karena kurang lebih hanya sekitar 80 Mahasiswa yang diterima, akan tetapi hingga sekarang, sudah dua gelombang Pendaftaran, jumlahnya hampir melebihi 200 peserta tes, artinya antusiasme anak-anak Papua terhadap keberadaan kampus ini sangat tinggi”, ujar Perwakilan Kabupaten Kepulauan Yapen, Alex Kiriweno menjelaskan.

Adapun amanat undang-undang Pembentukan daerah otonom, menurut UU Nomor 23 Tahun 2014 haruslah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan, yang menjelaskan bahwa salah satu syarat ditetapkannya sebuah DOB baru, salah satunya adalah kesiapan infrastruktur pelayanan Publik, termasuk adanya Universitas Negeri, yang dapat menyediakan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diketahui, pada tanggal 29 Juni 2021 lalu, Kampus II UNCEN yang terdiri dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, dengan dihadiri oleh Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar, Rektor Universitas Cenderawasih, Apolo Sapanfo, Direktur Kelembagaan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud dikti RI Dr. Ir. Ridwan, M.Sc, Ketua MRP Papua, Jhony Banua, Serta kepala Dinas Pendidikan,Kebudayaan, Perpustakaan dan Arsip Provinsi Papua, Christian Sohilait.

Adapun calon mahasiswa yang mendaftar adalah Putra dan Putri asli Papua, yang bukan hanya berasal dari wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten waropen, akan tetapi juga dari kabupaten-kabupaten lain sekitar di Teluk Cenderawasih, seperti Mamberamo, Nabire, Biak, Supiori, Wondama, dan Manokwari.

Adapun Papua terbagi menjadi tujuh Wilayah Adat, di mana tiga Wilayah Adat, menghadap ke samudra Pasifik. 3 Wilayah Adat itu adalah Mamta (Jayapura dan sekitarnya), Saireri (Mencakup Waropen, Yapen, Biak dan sekitarnya), serta Domberai (Wilayah Wondama, Manokwari dan sekitarnya). Dengan lokasinya tersebut, ketiga wilayah adat tersebut kaya akan keragaman hayati bawah laut, dan juga potensi ekonomi yang besar dari pengembangan sektor maritim.

Keberadaan Kampus II UNCEN di Serui ini menimbulkan banyak sekali diskusi, terkait apakah Kampus ini merupakan sebuah cikal bakal Kampus negeri untuk menyediakan kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi di calon DOB Provinsi Baru di Teluk Cenderawasih tersebut.

“Saya belum dapat banyak berkomentar terkait hal ini, karena ini di ranah pihak-pihak yang lebih paham seperti Kemendagri, DPR RI dan MRP. Akan tetapi yang perlu kita syukuri adalah bahwa percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat terus terjadi atas arahan dari Presiden Joko Widodo sendiri”, Stafsus Billy Mambrasar menjelaskan menutup wawancara. (***/dmd)

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru