Ketua Fraksi Otsus George Dedaida Sayangkan Aksi Anarkistis di Kampus Unipa

Kamis, 22 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manokwari, KadateBintuni.com – Ketua Fraksi Otonomi Khusus DPR Papua Barat, George Dedaida menyangkan tindakan anarkistis yang terjadi di dalam Kampus Universitas Papua (Unipa), Rabu (21/7) kemarin. Buntut dari aksi ini, sejumlah fasilitas dan seorang staf pegawai terluka.

Menurut George, tindakan tersebut tidak bisa ditolerir sehingga aparat harus bertindak tegas. “Kampus itu, aset kita semua. Milik semua orang Papua.

Disana, tempat orang-orang Papua menimba ilmu. Kalau dirusak, itu sama saja merusak masa depan anak-anak Papua yang ingin mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar George, Kamis (22/7).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

George yang juga alumni Fakultas Kehutanan Unipa Manokwari ini, mengatakan sudah banyak pemimpin di Tanah Papua ini yang berasal dari Kampus Unipa.

Menurut dia, seharusnya itu menjadi kebanggaan dan terus dipertahankan. “Bukan kemudian karena tidak suka dengan keputusan kampus, lalu fasilitasnya dirusak. Pegawai disana dianiaya.

Saya sebagai alumni, sangat menyangkan hal itu. Bagaimana pun kami dan sejumlah pimpinan di Tanah Papua, hasil didikan kampus Unipa. Sudah seharusnya kita jaga sama-sama. Karena bukan tidak mungkin, ke depan ada lagi pemimpin yang lahir dari sana (Unipa-red),” tegas George.

Mantan Presiden BEM Unipa itu juga berharap ada keterbukaan dari kampus terkait sejumlah persoalan di dalam. Menurut dia, jika persoalan diselesaikan bersama-sama tentu akan mendapatkan solusi yang lebih baik dan bisa diterima semua pihak.

“Rektor dan jajarannya, kalau bisa terbuka terhadap berbagai persoalan di dalam. Kalau mereka terbuka, kita bisa bantu mencarikan solusinya,” tambah Sekretaris LMA Papua Barat ini.

Sebelumnya, pada Senin hingga Rabu kemarin, terjadi aksi protes yang dilakukan sejumlah calon mahasiswa Unipa. Protes ini merupakan buntut dari proses seleksi lokal yang dilakukan Unipa.

Beberapa calon mahasiswa yang tidak diterima kemudian memblokade beberapa akses masuk ke kampus. Tidak hanya itu, mereka juga merusak sejumlah fasilitas dan menganiaya seorang staf pegawai.

Belum diketahui kondisi terakhir staf pegawai korban penganiayaan tersebut. Informasi yang didapat, Rektor Unipa telah bersurat dan meminta aparat kepolisian turun tangan mengusut kejadian ini. (***/Azrul)

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru