Caption : Anggota DPR Papua Barat Abdullah Gazam
Sorong (KADATE) – Terkait pembangunan 1 (satu) unit rumah penjaga Masjid di kompleks NN Kota Sorong, provinsi Papua Barat yang pemberitaan di salah satu media online oleh salah satu senator DPD RI asal Papua Barat ditanggapi oleh Abdullah Gazam, anggota DPRD Papua Barat asal kota Sorong itu.
“Saya setelah membaca berita tersebut, saya langsung kontak yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi bahwa atas dasar apa dia menuduh kalau saya pernah sampaikan bahwa pembangunan rumah tersebut menggunakan dana pribadi, memang saya ini orang kaya kah yang punya banyak uang, sehingga bisa bangun rumah masyarakat dengan uang pribadi,” ungkap Abdullah Gazam, Senin (21/6/2021).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pakai logika kah. Kalau gunakan dana hibah provinsi Papua Barat lewat aspirasi kami DPR PB memang iya.
Saya tanya lagi ke yang bersangkutan bahwa sejak kapan dan dimana saya bicara kalau bangunan rumah itu pakai dana pribadi saya, ini sudah pencemaran nama baik.
Memangnya rumah itu apakah serta merta langsung bisa di bangun kah kalau tanpa perjuangan kami di DPRD, yang bersangkutan pasti paham soal mekanisme itu. Sebabnya itu kenapa saya lebih sering rajin turun ke masyarakat, supaya kita bisa mengetahui sendiri apa kondisi dan harapan yang masyarakat inginkan, setalah itu barulah bisa kita perjuangkan dengan segala kapasitas yang kita miliki di lembaga DPR PB,” ungkap Gazam, politisi muda yang duduk di DPR Papua Barat itu.
.
Ia sesal dan sayangkan adalah bahwa rumah gubuk dan penderitaan beliau “teta Bala” penjaga masjid di NN itu sudah berlangsung puluhan tahun lamanya, “kenapa kalian yang selama 3 periode menjadi anggota DPRD tidak pernah melirik dan terketuk hatinya untuk membantu beliau, lalu sekarang giliran saya yang sudah berjuang sehingga rumahnya sudah bagus dan sangat layak untuk di huni baru kemudian kalian mau cari-cari kesalahan orang lain,” kata Gazam.
Dirinya berpesan, “sebaiknya evaluasi dan koreksi diri masing-masing, jangan terlalu sibuk mengoreksi orang lain karena diri sendiri juga belum tentu benar”.
Di tempat terpisah, Moh. Syafi atau biasa disapa Tete Bala menyampaikan rasa terima kasih kepada Abdullah Gazam, selaku anggota DPR Papua Barat karena atas perjuangannya sehingga sekarang ia dan keluarganya bisa merasakan hidup layak seperti orang pada umumnya.
“Saya dan keluarga banyak bersyukur dan berterima kasih kepada pak Gazam karena mau peduli dengan keluarga kami. Alhamdulillah atas bantuan beliau lewat aspirasi DPRD sehingga rumah kami sudah sangat layak untuk di tinggal, tanpa perjuangan beliau mungkin saja kami masih tinggal di gubuk seperti dulu,” tutur tete Bala. [Azrul]