Abdullah Gazam menemui keluarga yang tinggal di rumah tak layak huni di Manokwari

Jumat, 12 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Dewan DPR Papua Barat Abdullah Gazam bersama keluarga Bapak Meli di Fanindi Manokwari

Manokwari (KADATE) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB) Abdullah Gazam menemui sebuah rumah warga masyarakat yang dinilai tak layak huni di Fanindi Dalam, Manokwari pada hari Jumat, 12 Februari 2021. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga membawa bantuan sembako yang diberikan kepada satu keluarga yang mendiami rumah itu.

“Saya menemui sebuah rumah tak layak huni berlokasi di Fanindi dalam tepatnya di SD Panta Gunung yang notabene masih dalam kota Manokwari dan tidak berjarak jauh dari kediaman pak Gubernur Papua Barat (rumah orang tuanya),” ungkap Abrullah Gazam yang juga Ketua Komisi I DPR Papua Barat dalam rilis berita yang diterima media ini.

Menurut Ketua DPW PKB Papua Barat itu bahwa bila dilihat dari depan, sepertinya rumah itu utuh bangunannya, “tapi setelah kita berada di dalamnya ternyata kosong tanpa tembok/dinding pelindung,” ujar Gazam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut menjelaskan bahwa rumah itu hanya ada satu kamar tidur untuk satu keluarga besar dengan kondisi atap seng yang sudah rapuh dan bolong semuanya yang ketika hujan tiba mereka kehujanan dan malam pastinya kedinginan karena tidak ada tembok pelindung rumah itu.

“Saya sempat kaget ketika masuk ke dalam dan dipersilahkan duduk di ruang tamu ternyata bagian depannya saja yang ditutupi supaya terlihat orang seperti layaknya rumah, sementara bagian belakang dan samping kiri kanan tidak tertutup begitu pun kamarnya hanya di tempel pakai seng yang sudah termakan usia,” kata Gazam lagi.

Yang sangat disayangkan, kata Gazam ternyata kondisi rumah yang diketahui ditempati keluarga Bapak Meliaky Rumbairusi ini sudah sejak tahun 2000. Artinya sampai dengan 2021 ini sudah kurang lebih 21 tahun seusia UU Otsus itu.

“Mereka hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan tanpa ada perhatian dan peduli dari siapapun termasuk pemerintah daerah,” ujar Gazam lagi.

Padahal katanya, kondisi ini mestinya tak terjadi mengingat tanah Papua yang dibaluti dana OTSUS triliunan rupiah. “Dan di atasnya terhampar luas sumber daya alam yang melimpah, salah satu diantaranya adalah tanah yang penuh dengan “emas”, tapi tidak sebanding dengan kondisi saudara kita orang asli Papua yang masih saja hidup menderita di atas semua kekayaan dan kelebihan yang dimiliki saat ini,” kata Gazam yang turut prihatin.

Tidak pikir panjang, ia secara langsung menjanjikan untuk memprioritas perjuangan rumah yang layak huni bagi keluarga Bapak Meli.

“Mohon doa dan dukungan semua pihak agar segera terwujud. Sekali lagi ini bukan soal daerah pemilihan tapi soal kemanusiaan di manapun kita berada wajib hukumnya memanusiakan manusia, apalagi kita yang berada di tanah Papua tanah yang diberkati ini,” tutup Anggota DPR Provinsi Papua Barat daerah Pemilihan Sorong itu. (Azrul)

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru