Gaji ASN Telat Cair, Ini Penjelasan Plt. Sekretaris Daerah Teluk Bintuni Frans Awak

Rabu, 13 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Drs. Frans N. Awak

BINTNUNI, Kadatebintuni.com – Pemerintah daerah kabupaten Teluk Bintuni mengalami keterlambatan dalam pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) pada bulan Januari 2021. Sebab pembayaran gaji dari APBD yang bersumber dari pendapatan transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat belum masuk ke Kas Daerah.

Menurut Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni Drs. Frans N. Awak yang dikonfirmasi Kadatebintuni.com pada hari Rabu, 13 Januari 2021 di Kantor Bupati bahwa keterlambatan penerimaan DAU itu terkait dengan adanya perubahan sistem pengelolaan keuangan daerah dari aplikasi SIMDA ke SIPD.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan bahwa terkait penerapan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) pada tahun 2021, sudah dilakukan persiapan tenaga teknis yang telah mengikuti pelatihan. Dan juga untuk itu ada konsultan yang ikut membantu menyiapan penggunaan SIPD ini. SIPD mencakup tiga pengelolaan yaitu Informasi Pembangunan Daerah, Informasi Keuangan Daerah dan Informasi Pemerintahan Daerah lainnya.

“Setelah kita sidang pembahasan anggaran 2021 yang sudah ditetapkan anggaran. Karena sistem penganggaran baru dari SIMDA ke SIPD, kita berangkatkan tenaga teknis dibimbing di Jakarta. Dan juga mendatangkan konsultan yang membantu penyiapan SIPD dan mereka sudah mengimput semua rencana kita di 2021,” ungkap Frans Awak.

Dikatakan bahwa transfer DAU yang digunakan pula untuk pembayaran gaji ASN dalam waktu dekat sudah diterima dari pemerintah pusat. “Mungkin semua kabupaten/kota mengalami kendala yang sama sehingga pengiriman DAU mengalami keterlambatan. Dan pembayaran gaji ini bersumber dari DAU,” kata Frans Awak.

Meski begitu, Frans Awak menyatakan bahwa dalam pertemuan dengan pimpinan OPD, ada solusi lain yang tengah dilakukan. Hal ini terkait pembayaran gaji pegawai.  Sambil menunggu masuknya anggaran yang bersumber dari DAU,  yang kata Frans Awak, dalam waktu dekat sudah diterima pemerintah daerah.

Dikatakan, karena keterlambatan pemerimaan DAU tersebut dan juga situasi pendemi Covid-19, sehingga aktivitas pemerintahkan yang berjalan sejak 4 Januari 2021 belum semua pegawai masuk kantor. Hal ini juga menyebabkan belum dilakukan apel gabungan. [Azrul/Daniel]

Berita Terkait

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”
Teluk Bintuni “dipangkas” anggaran 135 milyar rupiah, Matret Kokop: gunakan anggaran efektif dan efisien
Anggota DPR Papua Barat Dantopan Sarungallo “Reses” Serap Aspirasi di Teluk Bintuni

Berita Terkait

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Jumat, 14 Februari 2025 - 15:28

Teluk Bintuni “dipangkas” anggaran 135 milyar rupiah, Matret Kokop: gunakan anggaran efektif dan efisien

Selasa, 12 November 2024 - 00:49

Anggota DPR Papua Barat Dantopan Sarungallo “Reses” Serap Aspirasi di Teluk Bintuni

Berita Terbaru