Serui (KADATE) – Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar diundang bersilahturahmi ke Kediaman Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumat, 28 Agustus 2020 di Kota Serui. Acara tersebut berlangsung di rumah jabatan Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas, OPD, perwakilan organisasi kemasyarakatan, juga tokoh adat, dan gereja.
Kunjungan Billy Mambrasar ke Serui, adalah sebenarnya murni kunjungan keluarga (“Pulang Kampung”). Akan tetapi, mengetahui bahwa kewajibannya adalah juga termasuk mendengarkan aspirasi dari Masyarakat, Billy menyambut baik undangan audiensi dengan Bupati Kepulauan Yapen tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Orang tua saya sedang sakit, makanya saya pulang. Akan tetapi saya menyambut baik undangan dari Pak Bupati untuk melakukan audiensi, dan saya jadi berkesempatan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat tempat saya lahir dan dibesarkan ini. Tanggung jawab saya juga untuk pembangunan masyarakat Asli Papua di Wilayah Saireri,” ungkap Billy Mambrasar, yang sejak November tahun 2019 bertugas sebagai salah satu dari 11 Staf Khusus Presiden RI itu.
Billy Mambrasar diketahui selalu vokal dan dan tegas membela hak masyarakat, serta aktif mendorong kebijakan pembangunan untuk membantu pembangunan, khususnya dalam bidang Pendidikan, di wilayah adat tempatnya berasal, yaitu wilayah Adat Saireri.
Dalam pertemuan itu, Billy Mambrasar mendengar paparan capaian otonomi khusus dari Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, serta jajaran OPDnya. Bupati Kepulauan Yapen sendiri menyatakan bahwa keberlanjutan OTSUS harus di jaga dengan perbaikan proses yang lebih baik lagi.
Merespons pernyataan Bupati, menurut Billy Mambrasar, OTSUS merupakan sebuah proses yang sedang dan akan terus berlangsung. “Perbaikan dalam otonomi khusus harus terus dilanjutkan untuk pengembangan kesejahteraan di tanah Papua, salah satunya di wilayah Adat Saireri, termasuk di Yapen, agar semakin maju,” jelasnya
Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar kemudian menampung berbagai aspirasi dari semua jajaran OPD yang hadir, serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan gereja. Aspirasi tersebut akan dilanjutkan untuk ditindak lanjuti oleh berbagai pihak terkait di Pemerintah Pusat setelah dirinya kembali ke Jakarta.
“Semua hal yang disampaikan ini Baik, dan merupakan masukan yang kritis yang tajam. Saya berharap kedepannya, OTSUS dengan proses perbaikannya dapat mendorong penciptaan Kesejahtaraan Masyarakat Asli Papua di Wilayah Adat Sairer,” ungkap Putra Asli Saireri ini. (***/Daniel)