FPMSI Serukan Gerakan Warganet Lawan Hoax Demi Suksesnya Penanganan Pandemi Covid19

Senin, 18 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | kadatebintuni.com ~ Wabah Pandemi covid-19 kian menghawatirkan, pasalnya, hampir sebagian masyarakat panik dan resah, apalagi ditambah dengan berita-berita yang belum tentu benar sumber dan keasliaannya. Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) menilai bahwa banyaknya informasi yang provokatif dan menyesatkan yang tersebar di dunia maya terkait penyebaran pandemi Covid19 menyimpan potensi bahaya tersendiri.

Oleh karena itu, FPMSI melakukan aksi posting konten narasi postif dan kegiatan literasi online melalui aplikasi zoom meeting dengan tema “Gerakan Warganet Lawan Hoax Demi Suksesnya Penanganan Pandemi” pada Senin (18/5) ini.

Menurut Ketua FPMSI Rusdil Fikri, di era digitalisasi ini penyebaran berita bohong atau hoax tentunya akan semakin mudah ditemukan, bahkan berjalan lebih cepat daripada Virus Covid-19 itu sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya yang bikin masyarakat panik ya karena informasi-informasi bohong itu. Banyak orang yang sudah kemakan sama berita hoax. jadi intinya informasi hoax juga tidak kalah berbahaya dari penyebaran Virus itu sendiri,” ujar Rusdil.

Sementara itu, dalam paparannya Staf Khusus Presiden RI Gugus Milenial Billy Mambrasar mengatakan jangan sampai wabah pandemi Covid-19 dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat dunia maya atau warganet harus lakukan Literasi Sosmed dan memiliki sikap kritis terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya yang bisa menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat serta mempengaruhi pola pikir masyarakat maupun realitas sosial” kata Stafsus Billy Mambrasar.

Billy juga mengajak agar warganet menyayangi keluarga dan saudara bangsa sendiri dengan tidak menyebarkan Hoax Covid-19 dan berkontribusi mendukung Pemerintah mengatasi pandemi.

Di tempat yang berbeda, Influencer dan Founder Kompasiana Pepih Nugraha mengajak warganet dan Milenial agar budayakan membaca informasi di sosial media dengan baik, benar dan tuntas.

“Budayakan membaca yang baik dan benar. Agar mendapatkan inti sari dari sebuah berita, kita dituntut teliti memahami keseluruhan teks tersebut. Maka jangan membaca hanya sepenggal tetapi secara utuh. Supaya tidak mudah terpedaya oleh judul-judul berita yang isinya bisa jadi merupakan provokasi” Imbuh Pepih.

“Mulai sekarang ayo sebarkan secara luas konten-konten narasi posistif di lini media guna menangkal hoax dan propaganda negatif yang bisa menghambat suksesnya berbagai upaya dalam penanganan penyebaran pandemic Covid-19” tambahnya.

Setelah diskusi literasi online berlangsung, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi gerakan warganet melawan hoax yang diikuti berbagai komunitas Warganet Nusantara, poin deklarasi berisi sebagai berikut:

Pertama, Siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 Serta Kebhinekaan.

Kedua, Siap Melawan Hoax dan Berkontribusi melakukan Gerakan Aksi posting konten Narasi positif guna menjaga Kondusivitas di ruang media publik dalam rangka mendukung suksesnya percepatan penanganan penyebaran virus Covid19 oleh pemerintah.

Ketiga , Siap bekerjasama meningkatkan kolaborasi dan gotong royong semua elemen masyarakat melalui gerakan literasi, edukasi dan kampanye ajakan kepada masyarakat agar melaksanakan serta mensukseskan himbauan pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. |***Daniel

Berita Terkait

Perjuangkan pendidikan gratis, Abdullah Gazam: “biaya Sekolah mahal”
Costan Oktemka Ketua Pimpinan Daerah PKN Papua
Yohanis Manibuy daftar bakal calon ketua DPD Golkar Teluk Bintuni periode 2020-2025
Baru 6 Kabupaten Papua Dan Papua Barat Luncurkan Program Petani Milenial, Telah Lebih Dari 5.000 Pemuda Terdata Ikut Program Ini
Keakraban Stafsus Billy Mambrasar Dengan Ibu Wakil Bupati Fakfak
DPP KNPI Secara Tegas Menolak Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden RI
Memaknai hari lingkungan hidup bagi masyarakat di distrik Taroi Teluk Bintuni
Budaya  Sebagai Acuan Dalam Memahami Agama Kristen di Papua

Berita Terkait

Senin, 11 Juli 2022 - 17:39

Perjuangkan pendidikan gratis, Abdullah Gazam: “biaya Sekolah mahal”

Senin, 24 Januari 2022 - 08:33

Costan Oktemka Ketua Pimpinan Daerah PKN Papua

Minggu, 10 Oktober 2021 - 16:30

Yohanis Manibuy daftar bakal calon ketua DPD Golkar Teluk Bintuni periode 2020-2025

Kamis, 9 September 2021 - 07:50

Baru 6 Kabupaten Papua Dan Papua Barat Luncurkan Program Petani Milenial, Telah Lebih Dari 5.000 Pemuda Terdata Ikut Program Ini

Rabu, 25 Agustus 2021 - 15:58

Keakraban Stafsus Billy Mambrasar Dengan Ibu Wakil Bupati Fakfak

Kamis, 19 Agustus 2021 - 03:17

DPP KNPI Secara Tegas Menolak Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden RI

Selasa, 8 Juni 2021 - 08:08

Memaknai hari lingkungan hidup bagi masyarakat di distrik Taroi Teluk Bintuni

Sabtu, 24 April 2021 - 22:08

Budaya  Sebagai Acuan Dalam Memahami Agama Kristen di Papua

Berita Terbaru