Setelah Banjir di Idoor Distrik Wamesa, Dinas Sosial Teluk Bintuni Turun Langsung Berikan Bantuan Sembako

Senin, 9 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BINTUNI | kadatebintuni.com ~ Setelah musibah banjir yang dialami warga penduduk kampung Idoor Distrik Wamesa, Sabtu 7 Maret 2020 minggu lalu, Dinas Sosial Kabupaten Teluk Bintuni turun langsung memberikan bantuan bahan makanan serta kebutuhan sehari-sehari lainnya.

Dinas Sosial mengantar bantuan sembako diantaranya beras dan mie instan pada hari Senin 9 Maret 2020 dengan menggunakan kedua kendaraan mobil hi lux doubel gardan yang dipimpin kepala Dinas Sosial Teluk Bintuni Drg Ferdinand Mangalik.

Kapala Bidan Fakir Miskin Dinas Sosial Teluk Bintuni Kornelis Asmorom, SST, MPSSp yang dikonfirmasi www.kadatebintuni.com di Bintuni Senin (9/3/2020) malam mengatakan bantuan sembako itu diserahkan langsung di halaman kantor Distrik Distrik Wamesa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita berangkat dari Bintuni itu Senin subuh sekitar pukul 03.00, dipimpin langsung oleh Bapak Kadin Sosial di mobil yang satu dan kami di mobil yang satunya tiba jam 12.00 siang di Idoor, ibukota Distrik Wamesa dan berikan bantuan yang diterima oleh Sekretaris Distrik dan kepala kampung,” ujar Kornelis Asmorom.

Kornelis Asmorom mengutip penyampaian kepala Dinas Sosial Teluk Bintuni yang mengatakan harapannya agar warga masyarakat Idoor yang mengalami musibah banjir dapat menerima bantuan itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

“Kami merasa peduli, karena juga bagian dari saudara-saudara warga masyarakat Idoor Distrik Wamesa yang mengalami musibah banjir. Jangan melihat jumlah bantuan yang diberikan tapi kami juga peduli dan hadir disini,” kata Kornelis Asmorom.

Dia menyebutkan bantuan yang diberikan berupa beras 100 sek dan mie instan 100 karton serta bahan sembako lainnya. “Beras dan mie instan serta keperluan sehari-hari lainnya yang kami bawa untuk membantu warga masyarakat kita yang mengalami musibah banjir. Terima kasih pada pihak Distrik, dan kampung serta aparat TNI/Polri yang surut turut serta membantu penyaluran sembako di kampung Idoor,” katanya. (Daniel)

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru