Pendamping PKH 5 Kabupaten Ikuti Diklat P2K2 PKH E-Learning Angkatan XXXIV di Manokwari

Sabtu, 2 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI | kadatebintuni.com ~ Untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional VI Jayapura menyelenggarakan Diklat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Familly Developmen Session Program Keluarga Harapan ( PKH) E-Learning Angkatan XXXIV tahun 2019 di salah satu hotel di Manokwari, Papua Barat.

Kegiatan yang di selenggarakan ini di hadiri kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional VI Jayapura, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Papua Barat, peserta pendamping dari 5 kabupaten di provinsi Papua Barat yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan kabupaten Teluk Wondama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kemesos RI, Syahabudin

Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kemesos RI, Syahabudin yang juga sebagai pemateri, saat di komfirmasi tim kadate, menyampaikan bahwa kegiatan yang di lakukan oleh balai besar pendidikan dan pelatihan kesejahteraan sosial regional VI Jayapura, adalah pertemuan peningkatan kemampuan keluarga atau P2K2, yang di sebut juga FDS yaitu Familly Developmen Session, dan gunanya pelatihan diklat ini adalah untuk meningkatkan sumberdaya manusia para pendamping yang menjalankan tugas dari Program Keluarga Harapan (PKH). Para pendamping PKH yang akan mendampingi ratusan daripada kelompok penerima manfaat KPM dari pada program PKH ini, ungkapnya.

Ia menambahkan, gunanya diklat ini adalah terwujudnya standarisasi sumberdaya manusia dari pada SDM pendamping PKH itu sendiri dan manfaatnya sangat besar. Ketika sebelum dilaksanakan diklat bagi pendamping maka angka kemiskinan mulai drastis, akan tetapi setelah di lakukan diklat yang gunanya adalah pertemuan peningkatan kemampuan keluarga ini sangat luar biasa, secara nasional angka kemiskinan adalah 9,4 %.

Katanya, apabila peningkatan diklat ini dilakukan secara terus menerus dan rencana jumlah pendamping adalah 21.900 SDM PKH, maka bisa menggenjot cita-cita daripada Presiden yang memvisikan SDM unggul INDONESIA maju, itu pasti akan di lakukan tetapi secara perlahan-lahan, oleh sebab itu badiklit Mensos, atau badan pendidikan penelitian dan penyuluan sosial kemensos bekerja sama dengan balai-balai yang ada di regional dan juga dinas sosial provinsi kabupaten kota bersinergi berkolaborasi untuk menurinkan angka kemiskinan.

“Program keluarga harapan merupakan program yang sifatnya nasional dan tahun depan di targetkan kelompok penerima manfaat dari program PKH ini di upayakan oleh pemerintah menjadi 10 juta kelompok penerima manfaat Program Keluarga Harapan. PKH, sedemikian banyakny maka di perlukan pendampingan agar bantuan tersebut tepat sasaran dan menjadikan angka kemiskinan menurun secara nasional namun sebelumnya harus turun secara regional,” katanya.

Untuk menjadin pendamping itu tidak asal mendamping, karena pendamping PKH merupakan mitra Kemensos RI yang mempunyai daya atau potensi SDM yang sangat tinggi, di banding dengan yang lain, oleh sebab itu dari pertama merekrut itu secara baik, dan yang di rekrut secara baik dan tinggi adalah SDM PKH, oleh sebab itu tidak di biarkan begitu saja, dan setiap saat di berikan pelatihan-pelatihan agar ilmu yang di dapat tidak stagna tetapi selalu meningkat demi untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

Ia juga mengharapkan SDM dari pada program PKH harus mengikuti perkembangan zaman yang di inginkan oleh Presiden yang mendengung-dengungkan Indonesia Maju dengan SDM yang Unggul, dan memang SDM harus unggul tanpa membedakan pulau kalimantan, sulawesi, jawa, sumatra, Papua dan Papua Barat menjadi SDM yang unggul ialah bisa menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. (Dolly)

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru