Billy Mambrasar Mengkritik Masalah Polusi Plastik Di Forum Internasional

Kamis, 24 Oktober 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (KADATE) – Billy Mambrasar, Duta SDGs (Pembangunan Berkelanjutan) Indonesia terpilih untuk tahun 2019-2021, mengkritik polusi Plastik laut yang terjadi di seluruh dunia, di konferensi Internasional laut berkelanjutan. Acara ini diadakan di Clarion Hotel Hub, Kota Oslo, Norwegia, dibuka resmi oleh Perdana Menteri Norwegia: Erna Solberg, dan diikuti dengan Pidato Pembukaan Oleh Menteri Pembangunan Internasional Norwegia: Dag-Inge Ulstein.

Hadir pula beberapa pimpinan negara, seperti Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat: John Kerry, dan beberapa kepala negara terundang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di inisiasi oleh Sustainable Ocean Alliance, sebuah organisasi yang bermitra dengan United Nations Environmental Program, dan Lembaga-lembaga internasional dalam bidang Lingkungan Laut, acara konferensi Internasional menghadirkan 200 delegasi dari 50 Negara di gelar tiap tahunnya.

Indonesia selalu memperoleh porsi delegasi, yang tahun ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga Billy Mambrasar, Duta SDGs Indonesia menjadi salah satu delegasi yang menyampaikan Ide tentang menjaga lingkungan laut dari bahaya polusi dan pencemaran.

Dalam sesi pitch di hari pertama konferensi tersebut, Billy Mambrasar, duta SDGs Indonesia 2019, yang juga adalah Pimpinan Pergerakan Papua Muda Inspiratif (PMI) menyayangkan Kondisi Laut Indonesia yang sangat tercemar. Indonesia merupakan negara yang membuang sampah plastik terbanyak nomor 2 terbesar di dunia setelah China. Hal ini sangat membahayakan keindahan Alam Laut Indonesia yang sangat luas, dan merusak ekosistem yang sangat beragam.

“Saya pikir, kita semua sebagai anak muda, kalau kita melihat pemerintah kita malas, lalai, dan lamban menyelesaikan permasalahan ini, jangan hanya duduk berpangku tangan, jangan hanya diam, we have to do something, put some actions, and move forward!”, ungkap Billy dengan nada antusias.

Dalam pidatonya, Billy Mambrasar, Putra Papua dari Teluk Cenderawasih ini Kemudian memberikan contoh bagaimana dia dan teman-temannya membuat sebuah aksi.

Aksi itu dimulai dari Ide untuk merubah sampah-sampah plastik tersebut menjadi produk-produk berharga, yang dapat di jual dan memberikan penghasilan kepada masyarakat. Dia menceritakan Perusahaan yang dia dirikan bersama 4 temannya: Kitong Bisa Enterprise, yang baru saja membuat pelatihan Bisnis mengubah sampah plastik menjadi Produk berharga, di Sorong, Provinsi Papua Barat, bersama Universitas Melbourne Australia.

Tugas menghadiri Konferensi Pembangunan Laut Berkelanjutan ini menjadi tugas Billy Mambrasar pertama sebagai Duta Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia tahun 2019-2021. “Sebenarnya keahlian spesifik saya adalah di Pembangunan dan Pelibatan Sosial, serta Pendidikan. Akan tetapi sebagai duta Pembangunan berkelanjutan, tentunya saya juga harus menguasai isu-isu lain seperti isu lingkungan laut, yang merupakan satu dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan. Saya harus professional, dan siap untuk mempelajari berbagai hal”, ungkap lulusan Universitas Oxford Inggris ini.

Billy Mambrasar ditunjuk menjadi duta, setelah diseleksi oleh Menteri Bappenas periode lalu, Bambang Brodjonegoro, dari ratusan anak muda Indonesia lain yang telah bekerja membangun Indonesia secara berkelanjutan dalam berbagai bidang. Bersama Billy, yang juga bertugas sebagai Duta SDGs Indonesia adalah: Vania Herlambang, Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2018, dan Alysa wahid, Putri Sulung Presiden RI Ke-4, Abdurrahman Wahid. (***/Daniel)

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru