Billy Mambrasar, Sosok Milenial Baru Sebagai Salah Satu Kandidat Menteri

Minggu, 22 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | kadatebintuni.com ~ Kabar yang mengemuka di berbagai group whats app, sosial media, dan berita portal online terkait susunan kabinet yang baru kembali mengemuka. Belum diketahui darimana sumbernya, akan tetapi list tersebut berhasil menyita perhatian publik ditengah berbagai polemik isu politik yang mengemuka.

Kali ini, daftar nama yang baru muncul didominasi oleh mereka-mereka yang berasal dari Usia Muda, atau yang kerap diasosiasikan sebagai “milenial”.

Beberapa nama sudah tidak lagi asing terdengar, seperti Nadiem Makarim, CEO Gojek, sebuah start up Decacorn dari Indonesia. Ada juga politisi Muda asal PSI yang terkenal dengan pendapat-pendapat kontroversialnya di media, Tsamara Amani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Jajaran Menteri kordinator, daftar tersebut masih menunjukkan nama-nama senior, seperti Sri Mulyani, dan Pratikno. Sisanya, hampir sebagian besar berusia relatif muda.

Nama Billy Mambrasar, masih terdengar baru di Wilayah Indonesia Barat, akan tetapi rekam jejaknya, dan malang melintangnya dalam dunia Pendidikan di Papua, telah membuatnya cukup di Kenal di Wilayah Indonesia Timur. Pemuda asli Papua berusia 31 tahun ini membentuk organisasi sosial: KITONG BISA, sejak 10 tahun lalu, dan telah mendidik lebih dari 1,100 anak asli Papua untuk mengenyam Pendidikan kewirausahaan dan Bahasa Inggris.

Billy Mambrasar saat mendidik generasi Papua

Billy sendiri saat ini berada di tahap akhir penyelesaian master keduanya di Universitas Terbaik Dunia: Universitas Oxford Inggris, setelah sebelumnya lulus sebagai lulusan terbaik penghargaan rektor, dengan gelar Master dari Australian National University, dan menyelesaikan gelar sarjananya dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB.

Billy saat ini adalah penerima beasiswa LPDP, dan berencana melanjutkan pendidikannya dalam bidang Doktor, di Universitas Harvard, Amerika Serikat, mulai tahun 2020 nanti.

Sebagian besar masyarakat yang kemudian mempelajari profil Billy Mambrasar, kemudian kagum dan menyatakan dukungannya apabila benar Billy akan duduk di posisi Menteri. “Saya akui, kaget ketika dikabarkan berada di daftar nama-nama Menteri tersebut, dan mendapat ratusan kontak whats app, telepon dan sms dari teman, sahabat, dan saudara, menanyakan kebenarannya. Jujur saya bingung, karena memang saya ada pertemuan dengan Presiden Jokowi, tapi pembahasannya diskusi kami saat itu terkait dengan Pergerakan Papua Prestatif, dan dukungan yang beliau sampaikan kepada kami anak-anak Muda Papua yang mendalami bidang inovasi, seni dan keteknikan, untuk membangun Silicon Valley di Indonesia yang letaknya di Indonesia timur, untuk menghasilkan Start up dan unicorn dari Papua, dan juga untuk mendukung program Pembangunan di Indonesia Timur. Tidak ada pembicaraan tentang Menteri”, ujar Billy.

Billy mengungkapkan bahwa semua itu adalah hak prerogatif Presiden Indonesia sebagai kepala Negara. “Sudah sejatinya, hak penuh Presiden untuk menimbang dan memilih siapa-siapa yang menurutnya pantas untuk membangun Indonesia selama 4-5 tahun kedepan,” tutur Billy.

Billy saat ini juga ditunjuk menjadi advokat dari SDG untuk wilayah asia pasifik, dari UNDP kantor pusat Bangkok, di Thailand. Fokusnya adalah Pendidikan, Pembangunan Sumber Daya Manusia, dan Kewirausahaan.

“Bagi saya tidak ada harapan apa-apa, akan tetapi kalau memang Tuhan Yesus menghendaki seperti itu, dan itu adalah panggilan pelayanan, saya sendiri akan menjalankan amanah yang diberikan sebisa mungkin,” tutup Billy. (Daniel)

Berita Terkait

Upaya peningkatan PAD melalui pengembangan produk hasil hutan bukan kayu di Pegunungan Arfak
Polda Papua Barat imbau Buruh rayakan May Day 2025: “damai dan tertib”
Kunker ke Teluk Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy sambut hangat Kajati Papua Barat
Tantangan berat personel Brimob dalam upaya pencarian IPTU Tomi Marbun
Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun
Bangkit dari titik nol, Victor Manggaprouw: Dari kehidupan tak terarah, kini jadi pekerja terampil
Maritim Muda Nusantara gelar seminar nasional: “Dorong peningkatan kualitas SDM di Papua Tengah”
Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Berita Terkait

Rabu, 30 April 2025 - 22:44

Polda Papua Barat imbau Buruh rayakan May Day 2025: “damai dan tertib”

Rabu, 30 April 2025 - 13:18

Kunker ke Teluk Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy sambut hangat Kajati Papua Barat

Rabu, 30 April 2025 - 05:28

Tantangan berat personel Brimob dalam upaya pencarian IPTU Tomi Marbun

Senin, 21 April 2025 - 09:08

Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun

Kamis, 17 April 2025 - 04:43

Bangkit dari titik nol, Victor Manggaprouw: Dari kehidupan tak terarah, kini jadi pekerja terampil

Senin, 7 April 2025 - 12:06

Maritim Muda Nusantara gelar seminar nasional: “Dorong peningkatan kualitas SDM di Papua Tengah”

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Berita Terbaru

RocketplayRocketplay casinoCasibom GirişJojobet GirişCasibom Giriş GüncelCasibom Giriş AdresiCandySpinzDafabet AppJeetwinRedbet SverigeViggoslotsCrazyBuzzer casinoCasibomJettbetKmsauto DownloadKmspico ActivatorSweet BonanzaCrazy TimeCrazy Time AppPlinko AppSugar rush