Mensesneg Pratikno Bertemu Aktivis Pendidikan Muda Asal Papua “Billy Mambrasar” – KEDUANYA SIAP MENDUKUNG PROGRAM KERJA PRESIDEN PERIODE KEDUA

Selasa, 2 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, kadatebintuni.com ~ Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Professor Dr. Pratikno M.Soc, memanggil Billy Mambrasar, seorang aktivis sosial Pendidikan muda asal Papua, untuk bertemu dan berdiskusi terkait peningkatan peran pemuda Indonesia, melalui pergerakan sosial. Diskusi tersebut terjadi di kediaman Mensesneg di Jakarta Selatan, pada tanggal 1 Juli 2019 lalu.

Dalam diskusi yang terjadi lebih dari 2 jam tersebut, Mensesneg meminta Billy untuk membagikan pengalaman serta tantangannya membuat perubahan dengan menciptakan wirausaha-wirausaha muda di 2 Provinsi Indonesia paling timur tersebut.

“Menurut saya, reformasi persepsi anak-anak muda Papua tentang apa itu pendidikan merupakan pekerjaan Utama yang harus di lakukan. Sebagian besar masih berpikir bahwa Pendidikan itu semata-mata hanya untuk memperoleh Ijazah, yang kemudian akan dipakai untuk mencari pekerjaan.

Padahal, Pendidikan itu sebaiknya adalah untuk memberikan keahlian kepada seseorang, yang kemudian akan berkreasi menggunakan keahliannya itu untuk memecahkan permasalahan di dalam masyarakat, sekaligus mencari rejeki untuk menghidupi keluarganya,” ujar Billy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mensesneg memberikan apresiasi kepada Billy yang telah menggerakan perubahan sosial tersebut, dan berharap terciptanya Billy-Billy lain, yang siap mendorong pembangunan Indonesia dari Timur Nusantara ini.

“Pesan saya adalah, walaupun pergerakan Kitong Bisa ini dilakukan secara nonformal, akan tetapi jangan lupa melibatkan institusi Pendidikan tinggi formal yang sudah beroperasi. Saya telah berhasil mendorong perubahan di Pendidikan formal, tepatnya di UGM, tempat saya menjadi rektor sebelum menjabat Menteri saat ini.

Saya lihat bahwa perubahan dari Lembaga formal itu akan memberikan dampak yang lebih mudah terukur. Oleh sebab itu, dengan mendukung pergerakan-pergerakan kewirausahaan ini dikampus-kampus formal di Papua seperti di UNCEN dan di UNIPA, hasilnya akan lebih konsisten, berdampak besar, dan berkelanjutan,” pesan Mensesneg kepada Billy Mambrasar, yang menyambut baik usulan tersebut.

Billy Mambrasar juga memberikan masukan kepada pemerintah Indonesia untuk berinvestasi kepada kaum muda negara ini, untuk menjadi motor-motor penggerak perubahan dan agen pendukung program-program pembangunan bangsa.

Billy Mambrasar menutup diskusi bersama itu dengan pernyataan akan mendukung penuh aspirasi Presiden RI, Jokowi, yang pada periode kedua ini akan lebih fokus kepada pembangunan manusia Indonesia.

“Saya pikir, apa yang telah pak Presiden kerjakan di tahun ini, sangatlah baik. Saya siap mendukung program kerja pak Presiden kedepannya, yang akan lebih berfokus kepada pembangunan manusia Indonesia. Karena seperti sebuah komputer, infrastruktur adalah hardware dari komputer tersebut, dan manusianya adalah softwarenya. Manusia akan memastikan operasi yang optimal dari berjalannya pembangunan sebuah negara kedepannya”.

Rekam Jejak Keduanya

Billy dan Pak Pratikno, keduanya telah memiliki rekam jejak yang panjang, berkontribusi bagi pembangunan Indonesia melalui pergerakan kewirausahaan sosial.

Walaupun terpaut usia jauh, ada 3 persamaan dari Mensesneg RI, Professor Dr. Pratikno M.Soc, dengan Billy Mambrasar. Pertama, keduanya berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu. Mensesneg berasal dari sebuah desa di Jawa Timur, yang jaraknya dengan SMA terdekat adalah 40 km, Billy berasal dari Yapen Papua, dimana untuk dapta mengakses Pendidikan SMA terbaik di Provinsinya, Billy harus menempuh perjalanan dengan kapal selama 2 hari 1 malam.

Persamaan kedua dari dua eksekutor perubahan sosial Indonesia ini adalah dalam hal Pendidikan. Seluruh Pendidikan Billy dan Mensesneg dari jenjang S1 hingga jenjang yang ditempuh saat ini, sama-sama ditanggung oleh Beasiswa.

Mensesneg menyelesaikan Gelar S1 di UGM Jogjakarta, S2 di Brimingham University Inggris, dan S3 di Flinders University Australia. Billy menyelesaikan gelar S1nya di ITB, lalu melanjutkan S2nya di The Australian National University, dan S2 keduanya did Oxford University, Inggris, dan akan melanjutkan pendidikannya dengan beasiswa LPDP di Harvard University Amerika serikat, tahun 2020 nanti.

Persamaan ketiga, adalah kerja keras dan konsisten keduanya berkontribusi untuk pembangunan Indonesia. Mensesneg dan Billy sama-sama mendirikan dan memimpin sebuah pergerakan sosial untuk membantu pemuda-pemudi Indonesia keluar dari kemiskinan dan pengangguran.

Mensesneg mendirikan “Andemos Indonesia”, yang basisnya ada di kampung halaman beliau, Bojonegoro, Jawa Timur. Billy dan teman-temannya mendirikan “Kitong Bisa” dengan basis pergerakan di Tanah kelahirannya juga, Tanah Papua. Andemos dan Kitong Bisa sama-sama fokus pada perubahan yang dilakukan melalui kewirausahaan sosial, dengan penggerak utamanya adalah kaum muda.

Andemos yang didirikan oleh Mensesneg telah mereformasi desa-desa tradisional menjadi desa modern yang tetap berpegang pada adat istiadat, khususnya desa-desa di Jawa Timur. Billy Mambrasar bersama Kitong Bisa sejak 2009 hingga sekarang, telah memberikan Pendidikan non-formal gratis, untuk melatih kewirausahaan, Bahasa Inggris dan Kepemimpinan kepada lebih dari 1100 anak-anak Papua. [***/Daniel]

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Debat terakhir kandidat bupati Teluk Bintuni: “Robert Manibuy dan Ali Ibrahim Bauw tampil meyakinkan”
Ratusan masyarakat Babo ikut kampanye Robert Manibuy – Ali Ibrahim Bauw, Zainal Naury: “ROMA pemimpin yang merakyat”
Hengki Manibuy Ditunjuk “ROMA” jadi Ketua Tim Pemenangan: Berjuang untuk Menang Pilkada Teluk Bintuni 2024
Songsong Hut ke-19, Perisba Bintuni datangi Posyandu Mawar Masui: “beri bantuan Stunting dan Ibu Hamil”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Sabtu, 9 November 2024 - 04:27

Debat terakhir kandidat bupati Teluk Bintuni: “Robert Manibuy dan Ali Ibrahim Bauw tampil meyakinkan”

Jumat, 1 November 2024 - 15:17

Ratusan masyarakat Babo ikut kampanye Robert Manibuy – Ali Ibrahim Bauw, Zainal Naury: “ROMA pemimpin yang merakyat”

Jumat, 13 September 2024 - 15:07

Hengki Manibuy Ditunjuk “ROMA” jadi Ketua Tim Pemenangan: Berjuang untuk Menang Pilkada Teluk Bintuni 2024

Selasa, 12 September 2023 - 21:59

Songsong Hut ke-19, Perisba Bintuni datangi Posyandu Mawar Masui: “beri bantuan Stunting dan Ibu Hamil”

Berita Terbaru