CEO KITONG BISA & CEO WARDAH Berkolaborasi Berdayakan Perempuan Papua

Senin, 3 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siapa yang tidak kenal dengan wajah-wajah cantik Dewi Sandra, dan Raline Shah, ketika menghiasi layar kaca sebagai duta produk-produk kecantikan Wardah? Iya, Wardah merupakan pelopor produk kecantikan Indonesia dengan nuansa Halal, akan tetapi inklusif untuk semua wanita pengguna kosmetik di Indonesia, apapun latar belakang agama, ras dan budaya.

Wardah sebagai sebuah brand kosmetik, bukan hanya terkenal di Nasional saja, akan tetapi merambah sampai ke tingkat Internasional. Baru-baru ini, Wardah dijadikan contoh Bisnis oleh sekolah bisnis kenamaan dunia: Universitas Harvard, tempat Bill Gates (Penemu Microsoft) dan Mark Zuckerberg (penemu Facebook) belajar.

Wardah dianggap menghadirkan nuansa cara berbisnis baru, dengan mengkapitalisasi budaya konservatif dan menjadikannya daya tarik (proposition value) sebuah produk. Budaya koservatif yang tadinya dianggap tidak relevan dengan bisnis, dibuktikan oleh Wardah, malah meningkatkan nilai jual dan keunikan tersendiri sebuah produk di pasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adalah Ibu Dr. Nurhayati Subakat, seorang wanita dibalik kesuksesan brand yang terbilang baru ini, menjadi pemain utama dalam dunia kosmetik di Indonesia dan bahkan di level Asia. Ibu Nurhayati baru saya dianugerahi dengan gelar Doctor Honoris Causa, dari Almamaternya: ITB.

Ada tiga persamaan dari CEO Kitong Bisa: Billy Mambrasar, dan CEO Wardah: Nurhayati Subakat. Pertama, keduanya sama-sama alumni dari Kampus Teknik bergengsi Indonesia di Bandung: ITB. Kedua, mereka berdua sama-sama pernah bekerja di Perusahaan Swasta, sebagai insinyur dan ilmuwan, namun memutuskan meninggalkan kenyamanan tersebut, dan memulai bisnis sendiri. Billy menjadi seorang wirausahawan sosial dengan mendirikan Kitong Bisa, Ibu Nurhayati mendirikan Wardah. Ketiga, keduanya memiliki passion untuk memberdayakan perempuan Indonesia menjadi mandiri dan berkarya.

29 Mei 2019 menjadi hari bersejarah bagi Wardah dan Kitong Bisa, karena kerjasama kedua institusi ini untuk berinvestasi sosial menciptakan wirausahawati dari para wanita di Papua di tanda tangani. Program ini akan berlangsung di 6 Kota di Papua dan Papua Barat: Jayapura, Serui, Wamena, Sorong, Merauke, dan Raja Ampat.

Wardah melalui gerakan Inspiring movementnya, akan mengirimkan pelatih-pelatih bisnis wanita ke Papua, dengan dibantu oleh Kitong Bisa, mengadakan pelatihan dan inkubasi produk-produk lokal hasil karya cipta perempuan Papua. Produk ini kemudian akan didorong untuk dipasarkan ke tingkat nasional, maupun internasional.
“Sesuai dengan falsafah Wardah yaitu keteladanan dan inspirasi, maka saya rasa investasi Sosial dari Wardah melalui dana Corporate Social Responsibility ini akan membawa manfaat yang baik dalam jangka Panjang,” ungkap Ibu Nurhayati.

Billy Mambrasar menyambut baik kerjasama ini, dan berharap agar dalam jangka panjang, program ini akan berhasil mengangkat perempuan Papua, keluar dari kemiskinan, dan memiliki rasa percaya diri dan keberanian untuk berinovasi. [***/Daniel]

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Debat terakhir kandidat bupati Teluk Bintuni: “Robert Manibuy dan Ali Ibrahim Bauw tampil meyakinkan”
Ratusan masyarakat Babo ikut kampanye Robert Manibuy – Ali Ibrahim Bauw, Zainal Naury: “ROMA pemimpin yang merakyat”
Hengki Manibuy Ditunjuk “ROMA” jadi Ketua Tim Pemenangan: Berjuang untuk Menang Pilkada Teluk Bintuni 2024
Songsong Hut ke-19, Perisba Bintuni datangi Posyandu Mawar Masui: “beri bantuan Stunting dan Ibu Hamil”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Sabtu, 9 November 2024 - 04:27

Debat terakhir kandidat bupati Teluk Bintuni: “Robert Manibuy dan Ali Ibrahim Bauw tampil meyakinkan”

Jumat, 1 November 2024 - 15:17

Ratusan masyarakat Babo ikut kampanye Robert Manibuy – Ali Ibrahim Bauw, Zainal Naury: “ROMA pemimpin yang merakyat”

Jumat, 13 September 2024 - 15:07

Hengki Manibuy Ditunjuk “ROMA” jadi Ketua Tim Pemenangan: Berjuang untuk Menang Pilkada Teluk Bintuni 2024

Selasa, 12 September 2023 - 21:59

Songsong Hut ke-19, Perisba Bintuni datangi Posyandu Mawar Masui: “beri bantuan Stunting dan Ibu Hamil”

Berita Terbaru