Suryadi “Alim” Kaitam, Putra Papua yang Bertekat Kelak Jadi Juragan Ikan Di Bintuni

Minggu, 26 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suryadi Kaitam

BINTUNI, kadatebintuni.com ~ Namanya Suryadi Kaitam, biasa dipanggil Alim dikalangan teman-temannya. Putra asli Papua ini adalah seorang pedagang ikan potong di pasar sentral Bintuni. Diantara mayoritas pedagang ikan yang berasal dari suku-suku Nusantara.

Alim, menghampiri penulis saat berkunjung ke pasar sentral, (05/19) beberapa waktu lalu, sambil tersenyum ramah Alim menawarkan ikan yang dijual. “Murah saja, ada Kakap merah ini, atau ekor kuning, kakak, mau yang mana ?”, begitu sapanya.

Sembari memilih ikan, penulis berdialog menanyakan, motivasi seorang anak papua, putra 7 suku ini berdagang ikan, kendati hal itu adalah pemandangan yang jarang didapati di daerah penghasil kepiting bakau itu.

Alim menuturkan, sangat bangga menjalani profesi yang telah dilakoninya semenjak 5 tahun lalu itu. ” Saya bangga, anak papua juga bisa bersaing, dan berbisnis. Saya mau menunjukkan semangat saya mencari rejeki dengan cara yang halal,” tuturnya, sambil memotong ikan yang di pesan pembeli.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditanya apa mimpinya kedepan terkait profesinya itu, Alim Menjawab sambil memasang mimik serius, ” Mimpi saya, hari ini saya jadi tukang jual ikan, besok saya pasti jadi juragan ikannya,” timpalnya.

Alim, mungkin adalah satu dari banyaknya putra asli dari wilayah paling timur Indonesia yang memilih berniaga sebagai profesinya, namun semangat, serta tekad yang di tunjukannya patut mendapat apresiasi dan menjadi pembelajaran. [Baim]

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:38

Inspirasi dari Inggris: Ruth Inanosa ajak generasi muda Papua Barat raih mimpi kuliah ke luar negeri

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Berita Terbaru