BINTUNI, kadatebintuni.com ~ Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan kerja (Kunker) untuk monitoring penggunaan dana Otonomi Khusus (OTSUS) termasuk di kabupaten Teluk Bintuni. Tiga anggota MRP yakni Welleam Abraham Ramar, Septer Werbete, SE dan Pius Motombrie, SSi saat berada di Bintuni mengadakan pertemuan dengan pihak Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Teluk Bintuni, Selasa 12 Maret 2019.
Pihak BP4D Teluk Bintuni diwakili Kepala Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya Godlief Idorway, dan Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaporan Imam Yuliasworo serta dua kapala seksi.
Menurut Ketua Pokja Adat MRP Papua Barat Welleam Abraham Ramar kepada media, selain mengadakan pertemuan dengan pihak BP4D, mereka juga akan mendatangi 3 instansi teknis lainnya yakni Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Teluk Bintuni.
“Kami berjumlah 6 orang, yang datang ke Bintuni saat ini 4 orang dan kami tiga yang hari ini bertemu pihak Bappeda sebelum kami ke tiga instansi teknis yang mengelola sebagian besar anggaran Otsus selama ini yakni Dinas Pendidikan, Kesehatan dan Dinas PUPR Teluk Bintuni.
BP4D yang pertama, karena mereka lebih tahu tentang aliran dana-dana OTSUS ke instansi teknis,” ungkap Welleam Abraham Ramar yang ditemui di Kantor BP4D setelah pertemuan tersebut.
Menurut Welleam Abraham Ramar, dalam melakukan monitoring penggunaan dana Otsus, pihak MRP Papua Barat berjalan sesuai aturan dan kewenangan yang dimiliki,” kami tidak ganggu tugas dan wewenang dari BPK RI maupun KPK dalam kunjungan ke daerah-daerah ini,” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikesempatan kunjungan ini, Welleam Abraham Ramar menjelaskan bahwa pihaknya juga meminta masukkan tentang penggunaan dana Otsus, sehingga akan disampaikan MRP PB pada pemerintah Provinsi, serta pemerintah pusat.
Dalam kunker 5 hari yang juga diikuti Wakil Ketua I MRP Papua Barat Maccleurita BM. Kawab SH MH itu, Welleam Abraham Ramar menyatakan, hasil monitoring akan dilaporkan kepada pimpinan MRP Papua Barat.
Dia berharap, pemanfaatan dana Otsus mesti menyentuh rakyat orang asli papua (OAP) sehingga untuk pekerjaan proyek pembangunan yang di danai lewat dana Otsus mesti dikerjakan juga oleh pengusaha-pengusaha OAP. Dan alokasi anggaran Otsus ini diharapkan untuk meningkatakan SDM OAP secara langsung.
Ditambahkannya bahwa selain di kabupaten Teluk Bintuni, anggota MRP Papua Barat yang sudah terbagi dalam 4 tim berkunjung ke Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Tambrauw. [Daniel Duwit]