BINTUNI, kadatebintuni.com ~ Advisor Pusat Pelatihan Tekhnik Industri Migas Teluk Bintuni, Rizal Aris berharap peran aktif seluruh kepala distrik dalam proses perekrutan calon siswa/i Balai Latihan milik Pemkab Teluk Bintuni yang dioperasikan oleh Petrotekno sejak tahun 2017 lalu.
Rizal, Selasa (19/2) mengungkapkan peran para kepala distrik sangat dibutuhkan, utamanya dalam penyebaran informasi kepada warganya yang memiliki minat terjun dalam Industri Migas.
“Kami harapkan para Kepala Distrik ikut berperan dalam perekrutan masyarakatnya yang ingin mengikuti pendidikan atau pelatihan di Pusat Pelatihan Teknik Industry dan Migas Kabupaten Teluk Bintuni” ujar Advisor P2TIM Rizal Aris.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Contohnya, mereka memberikan informasi ke masyarakatnya bahwa pemda memiliki pusat pelatihan industri migas, ataupun terkait dengan jadwal penerimaan calon siswa yang sudah dipublikasikan melalui Media Sosial, kan belum tentu informasi ini bisa sampai ke pelosok distrik” lanjutnya dalam rilis Humas Protokol Setda Teluk Bintuni.
Rizal menilai hal ini perlu dilakukan, sehingga saat informasi tersebut telah sampai dan ada masyarakatnya yang berminat mengikuti pelatihan tersebut maka para Kadistrik minimal memfasilitasi transportasi, dan akomodasi yang lain lain selama mereka mengikuti tahapan tes di kota.
Lebih lanjut menurut Rizal, sejak awal pihaknya telah memiliki ide untuk menjemput bola dari tiap distrik, namun mengingat efisiensi waktu, hal ini bisa memakan waktu hingga berhari-hari lamanya.
Hal senada juga diungkapkan Yulius Farani, menurutnya jika berkas anak anak mereka dikumpulkan secara kolektif sekaligus penentuan waktu rombongan berangkat mengikuti tes dikoordinir langsung oleh Kadistrik, maka cara tersebut dinilainya lebih efektif.
“Dan juga saat anak anak ini saat dibawah dari Distrik ke Kota, tentu harus ada yang menjamin makan tempat tidur dan lain lain saat mereka mengikuti proses tes” ucap salah satu orang tua siswa P2TIM ini.
P2TIM memiliki standar internasional, dimana lulusan dari P2TIM ini akan memiliki dua sertifikasi yakni Nasional dan Internasional. Diantaranya sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Sertifikasi Internasional dari Engineer Construction International Training Board (ECITB).
Rizal Aris juga mengemukakan bahwa Angkatan Pertama dari lulusan P2TIM ini sudah 100 persen bekerja dan ditempatkan di beberapa perusahaan Internasional bahkan ada yang gajinya sebulan mencapai 11 juta lebih.
“Ini merupakan kesempatan baik sehingga semua masyarakat teluk bintuni harus mengambil kesempatan dalam meningkatkan skilnya dibidang migas” tutupnya. [***/Mondo]