Tutup tahun 2018, Bupati Petrus Kasihiw secara simbolis bagikan dana keagamaan enam rumah ibadah

Sabtu, 29 Desember 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bintuni (KADATE) – Penghujung akhir tahun 2018, Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT, Sabtu (29/12) membagi secara simbolis dana keagamaan (pembangunan sarana ibadah) bagi enam rumah ibadah, baik Kristen dan Muslim.

Pembagian tersebut diawali dari GKI Jemaat Pniel SP IV Distrik Manimeri Rp. 1 milyar, GPI Kantor Klasis Gereja Protestan Indonesia Bintuni Rp. 2 milyar, Masjid Quba pasar sentral Rp. 500 juta, masjid Alfatika Tahiti Rp. 1 milyar dan gereja GKI Sion Sibena  Rp. 1 milyar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Staf ahli Bupati Bidang Keagamaan, Yoseph Dian, saat menyampaikan sepatah dua kata menjelaskan bahwa pemberian dana keagamaan, diberikan kepada Gereja/ Masjid yang memerlukan bantuan.

“Pemberian bantuan keagamaan ini diberikan kepada rumah ibadah yang benar-benar memerlukan bantuan, sehingga pembagian besarnya plafon anggaran tidak membedakan antara satu rumah ibadah dengan yang lainya,” tutur Yosep Dian.

Dana 10 persen murni dari total APBD Teluk Bintuni yang diperuntukan bagi keagamaan merupakan kebijakan visi misi Bupati dan Wakil Bupati, sehingga dari tahun 2017 sampai saat ini, pemerintah daerah sudah mengucurkan dana yang cukup besar untuk pembangunan sarana dan prasarana ibadah.

Namun, menurut Yoseph Dian, karena dana ini dari pemerintah, maka harus dipertanggungjawabkan penggunaannya secara baik dan benar.

“Karena dari pengalaman kami saat diperiksa oleh BPK sampai berjam jam. Untuk itu, pengelolaan anggaran ini harus dilakukan secara optimal mungkin” jelas Yosep.

Sementara itu, Bupati Petrus Kasihiw dalam sambutanya mengatakan, karena dana keagamaan ini diberikan kepada banyak tempat ibadah, maka ia hanya menyerahkan secara simbolis kepada beberapa tempat ibadah saja.

Lanjut Bupati menjelaskan bahwa bantuan keagamaan kali ini diberikan pada akhir tahun disebabkan ketidakstabilan keuangan secara Nasional yang turut mempengaruhi alur Kasda (Kas Daerah).

“Dan karena kondisi keuangan juga, maka total dana keagamaan tahun 2018 ini lebih kecil jika dibandingkan tahun 2017 lalu. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah tempat ibadah sedikit sehingga alokasinya ke masing masing agak besar, namun tahun ini peminat atau tempat ibadah yang mau dibangun semakin banyak,” jelas Petrus Kasihiw.

Sehingga dalam pertemuan dengan pimpinan lembaga keagamaan belum lama ini disepakati bahwa, mulai tahun 2019 akan dilakukan pendataan yang lebih baik lagi. Dan dalam pemberian nilai bantuan tidak diputuskan oleh Bupati.

“Agar tertib administrasi, nanti akan ada tim keagamaan yang memverifikasi semua kelengkapan proposal-proposal yang masuk, setelah itu dilakukan rasionalisasi atas jumlah usulan dan selanjutnya dinaikan ke Bupati,” sebutnya.

“Sesuai kebijakan saya, akan melihat sarana ibadah yang benar benar dalam proses pembangunan, dan yang belum ada tanda tanda pembangunan kita pending dulu,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati menjabarkan tujuan dari bantuan keagamaan adalah harus menjadi sebuah wujud monumental sehingga presentasi pembangunan sarana ibadah terbesar adalah berupa fisik, baik Pembangunan Gereja, Masjid, Pastoral dan sarana sarana pendukung penting lainya.

“Tahun ini juga kami sudah alokasikan untuk bantuan operasional kegiatan kegiatan keagamaan dan akan di transfer ke masing masing lembaga lembaga keagamaan. Memang terbatas, karena fokus kami adalah pembangunan sarana ibadah,” tutup Bupati sesuai rilis Humas Protokoler Teluk Bintuni.[****/Daniel]

Berita Terkait

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 
Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit
DPP GOLKAR tetapkan Anshar Nurdin gantikan Almarhum Arius Kemon sebagai pengganti calon terpilih DPRK Teluk Bintuni
Bupati Yohanis Manibuy Sebut P2TIM Ikut Turunkan Pengangguran 1,3 Persen di Teluk Bintuni 2024
Phaskalia Rumbiak: Lulusan SD dan SMP Meyado Teluk Bintuni kejar impian menjadi Dokter di Rusia
Dari Taroy ke Dunia Migas: Sholeh Nabi buktikan anak Papua bisa!
Ruth Inanosa, “Simbol” Kebangkitan SDM Bintuni
Dukung ketahanan pangan, Polres Bintuni siapkan lahan Jagung untuk petani

Berita Terkait

Sabtu, 22 November 2025 - 13:26

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Selasa, 18 November 2025 - 10:44

Trauma masa lalu Marga Inanosa tolak menyerahkan tanah ke PT Borneo Subur Prima untuk dijadikan lahan Sawit

Rabu, 3 September 2025 - 05:29

Bupati Yohanis Manibuy Sebut P2TIM Ikut Turunkan Pengangguran 1,3 Persen di Teluk Bintuni 2024

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:18

Phaskalia Rumbiak: Lulusan SD dan SMP Meyado Teluk Bintuni kejar impian menjadi Dokter di Rusia

Jumat, 22 Agustus 2025 - 08:38

Dari Taroy ke Dunia Migas: Sholeh Nabi buktikan anak Papua bisa!

Jumat, 15 Agustus 2025 - 03:00

Ruth Inanosa, “Simbol” Kebangkitan SDM Bintuni

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:29

Dukung ketahanan pangan, Polres Bintuni siapkan lahan Jagung untuk petani

Rabu, 2 Juli 2025 - 01:01

Dinas Pertanian Teluk Bintuni salurkan bantuan Alsintan untuk dukung Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Oye Pigome, ST berpose bersama Yoti Gire, S.Sos Ketua HIPMI Papua Tengah terpilih periode 2025-2028 dalam suatu kesempatan. (Foto:Istimewa)

ASPIRASI

Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah

Kamis, 20 Nov 2025 - 15:01