Siswa SMP Terpadu Bintuni “Pakai” Noken di Hari Sabtu

Jumat, 21 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINTUNI, kadatebintuni.com ~ Sebagai bentuk dari realisasi visi SMP Terpadu untuk menyelenggarakan pendidikan dengan berpijak pada kearifan lokal, maka mereka berkomitmen untuk mengenakan “tas” Noken di hari Sabtu.

Noken adalah tas asli Papua. Noken sendiri memiliki makna memuat banyak hal didalam tasnya. “Kami berharap, anak didik Terpadu dapat menyerap banyak pengetahuan selama bersekolah di sini. Noken sendiri tadinya berbahan dasar kayu.

Tetapi saat ini banyak juga dimodifikasi seperti menggunakan rajutan nilon (dan kadang wol). Di pelajaran SBK, guru juga mengajarkan siswa untuk merajut nilonnya sendiri, sehingga mereka dapat memiliki noken buah karyanya sendiri,” ungkap Ibu Natalia Dessy Wulaningrum, salah satu tenaga pengajar SMP Terpadu Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi, baik guru, staff maupun siswa, “kita se-iya sekata untuk bernoken bersama. Well, ini juga penerapan dari peribahasa “dimana langit dijunjung disitu langit dipijak,” tulis ibu Dessy begitu sapaanya di akun FBnya.

Fyi, bagi siswa yang belum punya noken dapat memakai tas yang ada dulu. Bagi orang tua siswa Terpadu, mari dukung kami. (Supaya kami tidak cari jalan sendiri2… hehehe) [***/Ist]

Berita Terkait

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?
Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”
Teluk Bintuni “dipangkas” anggaran 135 milyar rupiah, Matret Kokop: gunakan anggaran efektif dan efisien

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:06

Dualisme kepengurusan KAPP Papua: Menjaga marwah atau menciptakan perpecahan?

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Jumat, 14 Februari 2025 - 15:28

Teluk Bintuni “dipangkas” anggaran 135 milyar rupiah, Matret Kokop: gunakan anggaran efektif dan efisien

Berita Terbaru