Bintuni (KADATE) – Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan meresmikan Gereja Katolik Santo Yohanes Bintuni, kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (5/5/2018). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Dominggus Mandacan, Uskup KMS Mgr. Hilarion Datus Lega, dan Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw.
Acara peresmian dan penghabisan Gereja St. Yohanes yang baru di Kilo 2 Bintuni Barat ini dihadiri segenap umat Katolik, dan juga tamu undangan pemerintah daerah, serta pejabat pemerintah provinsi yang mendampingi Gubernur.
Selain itu, juga hadir perwakilan dari 16 etnis termasuk 7 etnis/suku lokal Teluk Bintuni (Kuri, Wamesa, Sumuri, Irarutu, Sebyar, Sough dan Moskona). Mereka tampil dengan pakaian adat masing-masing membawakan tarian dan kesenian budaya melengkapi acara ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah penandatangan prasasti, dilanjutkan memasuki pintu gereja yang dipimpin Uskup KMS Mgr. Hilarion Datus Lega dan Pastor Damas.
Dan berlangsung ibadah Misa yang di pimpin Uskup. Dan diadakan acara Sakramen Krisna.
Uskup Hilarion Datus Lega mengatakan, umat Katolik di Bintuni patut mendapatkan penghargaan, rasa hormat dan terima kasih dari Keuskupan Manokwari – Sorong. Karena berkat kerja keras hadirlah bangunan Gereja itu sebagai rumah ibadah bagi Tuhan.
Bupati Petrus Kasihiw mengatakan, pemerintah daerah mendukung pembangunan sarana peribadatan lewat dana keagamaan yang bersumber dari APBD.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara Peresmian Gereja St. Yohanes Bintuni Natalia Okrofa menyatakan sangat berterima kasih karena acara peresmian berjalan dengan baik hingga selesai. “Kami cukup puas karena semua berjalan dengan baik, walaupun ada sedikit kekurangan, ” ungkap Natalia Okrofa.
Pembangunan Gereja St. Yohanes yang baru berada di belakangan Pastoral dan gedung gereja yang lama, dengan luasan tanah 2 hektar, dan ditaksir pembangunan Gereja tersebut dengan total anggaran mencapai 10 milyar rupiah. Menjadi gedung Gereja termegah di kota Bintuni. [Daniel]