Bintuni (KADATE) – Sebanyak 1.078 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 31 SMP di kabupaten Teluk Bintuni mengikuti ujian nasional. Dan 24 SMP ujian nasional masih berbasis kertas dan pensil, baru 7 SMP yang melakukan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Hal ini seperti diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Teluk Bintuni, Drs. Nicolaus Nimbafu, Senin (24/4).
Dijelaskan terdapat 16 rayon yang akan berlangsung ujian nasional tanggal 23-26 April 2018. SMP Negeri 1 Bintuni, SMP Negeri 2 Bintuni, SMP Terpadu Bintuni, SMP YPPK Bintuni, SMP Perintis Manimeri, SMP Perintis Steenkool 3, dan SMP Negeri Babo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk ujian UNBK SMP dan ujian berbasis kertas dan pensil tingkat SMP soal bobotnya sama hanya UNBK menggunakan komputer sedangkan ujian berbasis kertas dan pensil tidak menggunakan komputer.
Pada ujian UNBK siswa langsung menghadap komputer sehingga kami berharap jaringan internet semuanya berjalan baik dan listrik PLN tidak padam pada saat ujian berlangsung agar peserta ujian tidak terganggu.
Masalah listrik sudah kami sampaikan ke pihak Pemda Teluk Bintuni agar bisa mengkoordinasikannya dengan pihak PLN,” ujar Nicolaus Nimbafu.
Dikatakan bahwa pihaknya sangat mengharapkan kelulusan SMP tahun ini bisa 100% namun itu semua tergantung hasilnya nanti setelah ujian nasional tingkat SMP ini berlangsung.
Lebih jauh Nimbafu mengatakan, menyangkut ujian UNBK tingkat SMP tidak ada masalah.
Dia juga mengemukkan masalah dana BOP untuk SD dan SMP dibutuhkan Rp. 9 Milyar, namun yang dijawab oleh pemerintah daerah baru Rp. 1 Milyar,” tandasnya. [Daniel MD]