Bintuni Terlambat Terima Dana DAK

Rabu, 18 April 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bintuni, kadatebintuni.com ~ Pemerintah kabupaten Teluk Bintuni mengalami keterlambatan penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) triwulan pertama tahun 2018.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Teluk Bintuni Ali Ibrahim Bauw, SE MSP bahwa “keterlambatan itu terjadi karena penerimaan dana DAK itu persyaratan agak ketat, yang pertama kita harus melampirkan pengunaan tahun lalu.

Harus proses pelelangan yang ada nomor dan tanggal Kontrak dan  harus melampirkan persetujuan antara OPD (organisasi perangkat daerah) dan kelembagaan terkait itu harus dilampirkan”.

Proses itulah yang kata Ali, yang membuat keterlambatan dalam proses pencairan tahap pertama Dana DAK. Hal tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya pencairan dana DAK diawal bulan April 2017.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, untuk Dana OTSUS, masih menunggu proses di Kemeterian Keuangan RI. “Itu juga yang buat kita punya Cash flow (aliran kas,red) agak terganggu ini. Saya harap di bulan Mei itu sudah kembali normal,” ujarnya.

Dijelaskan, pada tiga bulan pertama 2019, dana yang tersedia berasal dari DAU, dan juga dana Desa yang dipakai membayar Siltap dan dana kampung sebagian.

Selain itu, terjadi pembayaran pekerjaan luncuran dari tahun 2017 pada OPD dan yang lebih besar di Dinas PUPR Teluk Bintuni. “Kita sudah bayar Rp. 112 milyar, tiga perempat itu dari Dinas PUPR sisanya bagi rata dengan OPD yang lain, sehingga diharapkan di bulan Mei keuangan kita kembali normal.

Hak-hak pegawai, kita prioritaskan untuk insentif pegawai dan honor pegawai-pegawai yang belum dibayarkan, di minggu terakhir April sudah keluar. Mudah-mudahan tidak meleset dari perkiraan saya, di bulan Mei kita kembali normal,” tandasnya. [Daniel MD]

Berita Terkait

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”
Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”
Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”
Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”
Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik
Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”
Teluk Bintuni “dipangkas” anggaran 135 milyar rupiah, Matret Kokop: gunakan anggaran efektif dan efisien
Anggota DPR Papua Barat Dantopan Sarungallo “Reses” Serap Aspirasi di Teluk Bintuni

Berita Terkait

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:33

Bupati Yohanis Manibuy – wakil Bupati Joko Lingara disambut meriah di negeri “sisar matiti”

Senin, 24 Februari 2025 - 16:03

Pilkada 2024, Kapolres AKBP Choirudin Wahid: situasi aman dan kondusif, Bintuni keluar dari “zona merah”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:52

Terkait kesejahteraan Guru, Henry Kapuangan: “akan ada tambahan penghasil, setelah terbit Perbup”

Senin, 24 Februari 2025 - 15:23

Polres – Bhayangkari Teluk Bintuni hadirkan program pekarangan pangan lestari, “melepas bibit ikan lele di kolam”

Senin, 24 Februari 2025 - 14:58

Siswa SMKN 1 Bintuni ikut sertifikasi kompetensi, Henry Kapuangan harapkan yang terbaik

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:58

Kirim 2 guru ke SD Obo Distrik Kuri, Henry Kapuangan: “Saya janjikan satu bulan, ternyata 2 minggu sudah bisa”

Jumat, 14 Februari 2025 - 15:28

Teluk Bintuni “dipangkas” anggaran 135 milyar rupiah, Matret Kokop: gunakan anggaran efektif dan efisien

Selasa, 12 November 2024 - 00:49

Anggota DPR Papua Barat Dantopan Sarungallo “Reses” Serap Aspirasi di Teluk Bintuni

Berita Terbaru