Korneles Trorba, Tokoh Sejarah Pepera Di Tanah “Sisar Matiti”

Senin, 2 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bapak C. Trorba
KORNELES TRORBA merupakan sosok pelaku sejarah veteran yang ada dan tinggal di kampung Sarbe Distrik Kuri. Mengenalnya saat kunjungan Bupati Ir. Petrus Kasihiw MT ke kampung Sarbe Distrik Kuri.

Ia yang mengetahui kehadiran Bupati Petrus Kasihiw, lalu minta waktu bertemu serta bercerita. Bersama komandan Kompi Senapan E, 752 Taufik Beni Siregar.

Ternyata dalam silsilah keluarga, ia mengaku sebagai saudara kandung dari ibu kandung Petrus Kasihiw. Usianya sekarang 97 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisahnya, 40 tahun yang lalu dirinya sebagai ajudan Soekarno di muara Sabre di tanjung Sarbe. Pernah diberitahu bahwa anak Soekarno, Megawati minta untuk menceritakan sejarah tentang bung Karno di Teluk Bintuni.

Ia salah satu saksi sejarah yang bisa cerita tentang hal itu. Bahkan mengaku siap untuk membuat peta dan akan mengirim ke Megawati Soekarno Putri di Jakarta.

Soekarno pada waktu itu bersama dengan Fombride dari Belanda yang mengatakan Holandia Tanah Papua milik Belanda tetapi Soekarno membatah bahwa Irian artinya Ikut Republik Indonesia Anti Nederland.

Dituturkan, kehebatan Ir. Soekarno dalam mempertahakan Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi.

Sebutnya, Silas Papare merupakan Mantri pada jamannya Soekarno pada perusahan minyak Tembuni dan Mongoi di Teluk Bintuni waktu itu.

Ia pernah di berikan buku oleh Silas Papera dengan judul Patari yang artinya berdiri di atas kaki sendiri.

Dirinya menerima penghargaan lambang Pepera yang artinya setujuh bagi Republik Indonesia. Pada waktu itu Mentri dalam Negri Amir Mahmud yang mengambil komanda.

Baginya selama menjadi anggota veteran tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Duluhnya mendapat gaji 5 juta rupiah tetapi sekarang ini hanya 2 juta gaji di terima di BRI dan tidak tahu alasan apa sehingga dirinya di berikan gaji hanya 2 juta.

Diharapkan di atas kemimpinan Bupati Petrus Kasihiw sabagai anaknya sendiri bisa memperhatikan nasip hidupnya. Dia juga minta di buat rumah sebagai tempat tinggal dan di berikan motor tempel yamaha 40 pk buat angkutan laut sebagai alat transportasi di masa tuanya.

Ia telah menyerahkan proposal pembuatan rumah. Ia pernah di angkat sebagai kepala suku kabupaten Teluk Bintuni. Dirinya mendapat pangkat mayor.

Bupati Petrus Kasihiw, MT dalam menangapi pejuang Pepara masih ada Korneles Trorba mengaku ada hubungan darah dengan dirinya melalui ibu kandung Bupati.

Sebagai pemerintah, Korneles Trorba telah datang ke Bupati untuk menyampaikan permohonan mendapat rumah layak huni, transportasi melalui jonson, dan Bupati berjanji akan memberikan apa yang di minta selama beliau masih hidup akan mengupayakan hal itu.

Bupati mengharapkan agar di hari-hari besar di berikan penghargaan bagi dirinya, khusunya nanti pada Hut Pahlawan tanggal 10 November 2017 akan di hadirkan pada upacara bendera dan di berikan penghargaan bagi dirinya kerena beliau merupakan saksi sejarah.

Dan pejuang Pepera yang mempertahan Irian Barat masuk ke pangkuan ibu pertiwi yang perlu di hargai dan di perhatikan oleh pemerintah baik pusat maupun provinsi dan kabupaten. Di harapkan agar saksi-saksi sejarah Pepera yang masih hidup bisa diperhatikan kehidupan mereka.

Tanggal, 30 September 2017

Humas & Protokol Setda Teluk Bintuni

Berita Terkait

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 
Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah
Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah
Henry Kapuangan Kunjungi Sekolah di Merdey, Biscoob dan Masyeta: “Lihat Aktivitas Belajar”
Kupu-Kupu Arfak, wisatawan minat khusus Serangga dari Prancis
Terpanggil kontribusi pada Pendidikan Dasar di Teluk Bintuni, Darius Susure putuskan kerja relawan pada YPPK
Kisah Muna Kosepa, Alumni P2TIM : “Mimpi gadis asal Distrik Tomu ini kini jadi nyata”
Izakar Pekei : “Kami dukung Frans Pigome jadi Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia”

Berita Terkait

Sabtu, 22 November 2025 - 13:26

Ansar Nurdin bersilaturahmi ke rumah Bapak Robert Kemon di Kampung Lama, agendanya! 

Jumat, 21 November 2025 - 18:49

Yoti Gire Nahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah

Kamis, 20 November 2025 - 15:01

Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah

Rabu, 12 November 2025 - 09:09

Henry Kapuangan Kunjungi Sekolah di Merdey, Biscoob dan Masyeta: “Lihat Aktivitas Belajar”

Senin, 10 November 2025 - 14:37

Kupu-Kupu Arfak, wisatawan minat khusus Serangga dari Prancis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:07

Terpanggil kontribusi pada Pendidikan Dasar di Teluk Bintuni, Darius Susure putuskan kerja relawan pada YPPK

Senin, 20 Oktober 2025 - 02:20

Kisah Muna Kosepa, Alumni P2TIM : “Mimpi gadis asal Distrik Tomu ini kini jadi nyata”

Minggu, 19 Oktober 2025 - 15:26

Izakar Pekei : “Kami dukung Frans Pigome jadi Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia”

Berita Terbaru

Oye Pigome, ST berpose bersama Yoti Gire, S.Sos Ketua HIPMI Papua Tengah terpilih periode 2025-2028 dalam suatu kesempatan. (Foto:Istimewa)

ASPIRASI

Yoti Gire layak pimpin DPD HIPMI Papua Tengah

Kamis, 20 Nov 2025 - 15:01